Rusia Akan Menyuplai Pangan Organik Kepada Dunia
Posted by @Editor on 3rd October 2016
| 542 views

putinAktualPress.com—Perlawanan terhadap pangan hasil rekayasa semakin menguat di berbagai negara Eropa. Presiden Rusia, Vladimir Putin telah menetapkan target bahwa pada tahun 2020 Rusia akan berswasembada pangan, sekaligus menjadi penyuplai pangan yang sehat dan organik. Sementara itu, dua pertiga negara anggota Uni Eropa telah  menyatakan penolakan atas penggunaan benih hasil rekayasa.

Putin mengatakan, “Rusia tidak hanya mampu memberi pangan kepada rakyatnya, melainkan juga mampu menjadi penyuplai terbesar bahan pangan yang sehat, bersih secara ekologis dan berkualitas tinggi kepada dunia. Jenis pangan seperti ini semakin sedikit diproduksi oleh Barat sementara pasarnya semakin besar.”

Pada September 2015, pemerintah Rusia telah memutuskan penghentian pemakaian benih rekayasa (GMO) dan produk pangan yang berasal darinya.

Keamanan Benih GMO

GMO atau  Genetically Modified Organisms adalah mahluk hidup yang telah ditingkatkan kemampuan genetisnya melalui rekayasa genetis, antara lain tahan hama dan produknya tahan lama. Benih GMO atau disebut juga benih transgenik, memiliki perbedaan besar dari benih organik, yaitu bersifat steril sehingga tidak bisa ditanam ulang. Umumnya, secara alami tanaman akan menghasilkan biji yang dapat ditanam kembali. Namun benih GMO bila ditanam akan menghasilkan benih yang tidak bisa ditanam kembali sehingga petani harus kembali membeli benih kepada perusahaan produsen benih GMO.

Benih GMO sangat berbahaya bagi lingkungan karena dapat mempengaruhi tanaman lain di sekitarnya untuk menjadi steril juga. Akibatnya, keanekaragaman hayati akan terancam. Selain itu, penanaman benih GMO membutuhkan suplai pupuk kimia dan pestisida dalam jumlah besar sehingga merusak ekosistem. Produk pangan yang dihasilkan, seperti jagung, kedelai, tomat, atau gandum dicurigai berbahaya bagi kesehatan manusia. (Baca: Masyarakat Sipil Indonesia Tolak Monsanto)

Meskipun the European Food Safety Authority (EFSA) menyebut benih GMO aman untuk ditanam dan dikonsumsi, 19 negara Eropa menolak produk GMO, antara lain Austria, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Denmark, Perancis, Yunani, Hongaria, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Malta, Belanda, Polandia, dan Slovenia. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar negara Eropa tidak percaya pada EFSA. (dayu/RT.com)

SHARE THIS: