Mengapa Hillary Kalah?
Posted by @Editor on 10th November 2016
| 2915 views
Hillary Saat Berpidato Menyatakan Kekalahan (8/10)
Hillary Saat Berpidato Menyatakan Kekalahan (8/10)

AktualPress.com–Kemenangan Donald Trump memunculkan banyak pertanyaan. Mengapa rakyat AS lebih memilih sosok yang terlihat sedemikian kasar dan fasis selama kampanye? Trent Lapinski, seorang kolumnis AS, pro-Demokrat, menulis surat terbuka kepada Partai Demokrat, menganalisis kekalahan ini.

Trent menulis di awal suratnya, “Trump adalah apa yang terjadi ketika Anda menominasikan seorang yang curang dan hidup di ruangan kedap suara. Tolong, belajarlah dari sini. Konspirasi itu memang benar ada, dan media mainstream berbohong kepada Anda tentang semua hal.”

Selanjutnya, Trent menulis berikut ini.

Wikileaks memiliki track record 10 tahun tidak pernah merilis satu dokumen pun yang palsu, dan mereka tidak terkait dengan Rusia. Semua yang mereka rilis adalah benar-benar email Clinton dan staf kampanyenya. Anda dulu punya kesempatan untuk memeriksa semua yang diungkap di email itu, tapi tidak Anda lakukan. Dengan mengabaikan kebocoran, Anda mengabaikan realitas.

Dengan tidak mendengarkan suara rakyat AS, dan menuduh mereka menggunakan ‘teori konspirasi’, dan mempercayai media korporasi, Anda mengabaikan realitas. Dengan hanya mengikuti sesama kaum liberal di media sosial, hanya membaca tulisan orang liberal atau korporasi media, sekali lagi, Anda mengabaikan realitas. Ketika Hillary Clinton kedapatan curang dalam pemilihan internal (primary elections)melawan Bernie Sanders, dan Demokrat tetap menjadikannya kandidat presiden, partai ini telah mengabaikan realitas.

Semua orang telah menghina dirinya sendiri di dalam ruang gema [ruang tertutup yang hanya bisa mendengar gema suara sendiri] dan mengabaikan apapun di luar lingkaran mereka.

Jika Anda mengikuti Twitter atau Facebook saya selama masa pilpres 2016 ini, Anda mungkin akan mengira saya supporter Trump. Namun saya terdaftar sebagai pendukung Demokrat, pendukung Bernie Sanders, dan menganggap diri saya ‘liberal progresif’. Inilah pemilu pertama saya yang berakhir dengan memilih partai ketiga, tetapi pilihan kedua saya adalah Trump. Saya tidak bisa memilih Hillary Clinton karena kecerobohannya menangani informasi rahasia dan mencuri nominasi dari pilihan rakyat, Bernie Sanders.

Hillary seharusnya tidak dinominasikan sejak awal. Petunjuk pertama adalah ketika dia diselidiki FBI dan petunjuk kedua adalah ketika dia curang dalam pemilu internal.

Dalam upaya saya memberi informasi kepada teman, keluarga, dan follower saya, saya memposting ratusan email Wikileaks dan men-tweet berita dari media kanan alternatif, sebanyak saya men-tweet berita liberal. Saya melakukannya karena sebagian besar follower saya adalah liberal dan saya menyadari bahwa mereka hidup dalam ruang gema media sosial, dimana mereka tidak mendapatkan opini atau berita yang berbeda. Saya ditolak oleh banyak kaum liberal karena melakukan ini, mereka tidak paham mengapa saya share hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman, tetapi kini mereka tahu mengapa. but now they know why.

Ironisnya, saya banyak mendapatkan dukungan dari suporter Trump saat berusaha memberitahukan kebenaran kepada Democrat. Saya tidak mengira hal itu bisa terjadi. Hal ini membuat saya berupaya memahami Trump dan suporternya. Yang saya temukan adalah jutaan rakyat AS yang kehilangan haknya, orang-orang biasa seperti Anda dan saya, yang tidak pulih dari resesi ekonomi besar. Mereka sangat kesal atas Obama Care [program kesehatan Obama], perang tanpa henti, perjanjian dagang yang mematikan pekerjaan di dalam negeri, kenaikan pajak, kecurangan ekonomi–dan, mereka tidak salah.

Jika Democrat memperhatikan keresahan masyarakat menengah AS secara serius, terutama keresahan kaum Millennial [anak muda], mereka akan dengan cepat menyadari bahwa Hillary Clinton bukan kandidat yang tepat untuk Partai Demokrat 2016.

Saya 100% yakin bahwa Bernie Sanders akan mampu membuat revolusi politik mengalahkan Trump, tetapi kini yang kita dapat adalah revolusi Trump.Alasan mengapa Hillary Clinton tidak menang dalam pilpres ini adalah karena dia seharusnya tidak pernah dijadikan kandidat. Ada pilihan yang lebih baik.

Sementara itu, media, dan media sosial membuat semua orang menjadi abai, dan terisolasi dari opini yang berbeda. Mereka  berbohong kepada kita, memanipulasi kita, dan membuat kita berpikir bahwa seluruh rakyat setuju dengan kita, padahal tidak demikian. Mereka menggunakan kekuatan posisi mereka untuk mengarahkan kita kepada realitas yang salah, dalam propaganda.

Inilah problem Amerika hari ini, teknologi yang seharusnya membuat kita bersama, malah membuat kita terisolasi dalam ruang gema dan menyeret kita menjauh satu sama lain. Mendapatkan berita hanya dari teman Anda, adalah kesalahan logika; Anda harus tahu musuh Anda, dan menyadari bahwa mereka tidak banyak berbeda dari diri Anda sendiri. (dayu)

Sumber: medium.com

SHARE THIS: