Mengapa Produksi Teh Indonesia Menurun?
Posted by @Redaksi on 21st November 2016
| 536 views

produksi-teh-menurunAktualPress, Indonesia Turunnya produksi teh Indonesia memaksa Indonesia mengimpor teh dengan kualitas rendah dibanding teh produksi lokal ke Indonesia. Hal ini tentu sangat ironis, mengingat Indonesia adalah salah satu Negara dengan jumlah ekspor teh terbesar di dunia.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Kemendag mencatat sepanjang Januari-September tahun ini ekspor teh hanya mencapai US$ 86,35 juta, atau turun 17,211 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 104,30 juta.

Sepanjang tahun lalu 2015, total ekspor teh Indonesia mencapai US$ 128,4 juta dengan volume ekspor 62,77  juta ton. Adapun 10 negara tujuan ekspor teh terbesar yaitu, Rusia, Malaysia, Pakistan, Asutralia, Jerman, Cina, Amerika Serikat, Polandia, Taiwan, dan Inggris.

Pada 2011, ekspor teh tercatat mencapai US$ 168,75 juta. Kemudian turun pada 2012 menjadi US$ 158,25 juta. Sempat naik tipis pada 2013 senilai US$ 159,74 juta, tapi kembali turun cukup signifikan pada 2014 menjadi US$ US$ 136,29 juta. Penurunan ini pun berlanjut hingga sekarang.

Lahan Menyusut, Produksi Menurun

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Dody Edward menyebutkan penurunan ekspor disebabkan program hilirisasi produk teh yang tidak berjalan maksimal. Sejauh ini, ekspor teh masih bergantung pada produk primernya. Produk hilir baru menyumbang 6 persen dari total ekspor teh. Karena produksi teh menurun, dia berharap pemerintah dan pelaku usaha dapat bekerja sama untuk meningkatkan kontribusi ekspor teh dari produk hilir.

Sementara Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Marjoko menyebutkan produksi menurun karena lahan perkebunan teh mengalami penyusutan.

“Areal atau lahan teh yang terus mengecil, menyebabkan produksi tidak bisa meningkat,” ujar Marjoko.

Dody Edward menambahkan ada beberapa faktor yang membuat produksi teh nasional terus menurun, diantaranya banyak tanaman yang sudah tua, sehingga produktivitasnya rendah. Petani yang lebih senang menanam tanaman baru yang lebih menghasilkan ketimbang melakukan peremajaan. Dia mencontohkan petani di Jawa Timur yang mengalihkan fungsi lahan teh menjadi tanaman hortikultura.

Faktor lainnya adalah biaya produksi yang tinggi, sehingga harga jual teh lokal lebih mahal dibandingkan negara produsen teh lainnya. Hal ini membuat produksi teh dalam negeri sulit bersaing. Sehingga banyak teh impor yang masuk ke Indonesia.

Teh merupakan produk unggulan Indonesia yang telah menjadi konsumsi masyarakat global. Komoditas perkebunan ini berperan strategis dalam memberikan kontribusi bagi perekonomian, karena Indonesia merupakan negara penghasil teh terbesar ke 7. Penurunan produksi dan ekspor teh sekaligus kenaikan impor teh tentu tak bisa dibiarkan begitu saja. (Muhammad)

SHARE THIS: