Menertawakan Ironi Negeri Bersama Gatotkaca
Posted by @Editor on 12th December 2016
| 682 views

gatotkaca2AktualPress.com—Judul pagelaran teater yang digagas oleh Komunitas Provokasi ini memang akan membuat kita mengangkat alis. Mengapa Gatotkaca sampai stress? Apa yang terjadi? Dalam pertunjukan sekitar 3 jam itu, ditemukan jawabannya, Gatotkaca stress memikirkan kondisi negeri Amarta yang amburadul; negeri yang mencerminkan negara kita, Indonesia.

Pagelaran teater Gatotkaca Stress diselenggarakan di gedung Usmar Ismail, Jakarta pada tanggal 5 November 2016 lalu. Dana yang dihasilkan dari penjualan tiket didonasikan seluruhnya untuk program “Care for Education” Dompet Dhuafa. Uniknya, seluruh pemain dalam teater ini bukanlah pemain teater profesional, melainkan para trainer, coach, dan motivator terkenal. Mereka mengerahkan segala kemampuan untuk berakting sambil melemparkan joke (gurauan) segar yang sukses membuat penonton terbahak-bahak.

gatotkaca1

Kisah diawali dengan keputusan para petinggi kerajaan Amarta yang ingin pergi bersemedi, dan mereka menyerahkan urusan kerajaan kepada Gatotkaca, yang digambarkan berkarakter manja dan kekanak-kanakan. Tak heran bila kemudian Gatotkaca stress menghadapi berbagai persoalan yang tak habis-habisnya di negerinya, mulai dari korupsi, ketidak disiplinan, pencurian, penyuapan, aksi-aksi demo dengan berbagai kepentingan, guru-guru dan pegawai yang tidak amanah, para orang tua yang abai terhadap anak, dan 1001 persoalan lain.

Dalam keadaan chaos ini, rakyat Amarta akhirnya terpesona pada pendekar-pendekar asing. Muncullah Captain America dan Kungfu Panda, yang aksinya membuat penonton tertawa. Namun sesungguhnya, ini juga cermin masyarakat Indonesia:  gampang terpesona pada orang atau tokoh di “luar” sambil menghujat apa yang ada dalam diri. Padahal hakikatnya, pemimpin lahir dari rakyat. Untuk memunculkan pemimpin yang amanah, dibutuhkan rakyat yang amanah pula. Pemimpin yang siap memberi dan melayani, lahir dari karakter bangsa yang menjauhkan diri dari egoisme; bangsa yang selalu berusaha memberi yang terbaik bagi negerinya.

Bila kita merefleksikan hal ini pada negeri kita Indonesia, memang terasa ironisnya. Betapa banyak rakyat yang marah pada para koruptor, namun membiarkan diri menerima bagian jatah dari korupsi; atau melakukan korupsi uang dan waktu; atau penyuapan. Ketika banjir, luapan kemarahan diberikan kepada pemimpin, sementara mereka sendiri masih suka membuang sampah di sungai. Sebaliknya, adalah juga kenyataan, betapa banyak pemimpin atau pejabat negara yang menyebalkan, tidak amanah, dan hanya memikirkan kepentingan kelompoknya.

gatotkaca3Lalu, lingkaran “setan” ini, bagaimana memutusnya? Sepertinya, sutradara teater ini menyarankan, sang pemimpinlah yang harus mulai melakukan perubahan. Gatotkaca kemudian meminta petunjuk dari Dewa-Dewi dan menemukan jawaban terkait hakikat memimpin. Seorang pemimpin tidak bisa berharap rakyat akan patuh padanya, bila dia sendiri tidak patuh pada ajaran-ajaran kebajikan. Di saat yang sama, para Dewa-Dewi juga menasehati agar rakyat juga harus berubah menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik.

Pemain teater ini, antara lain Prasetya M. Brata, Prie Gs, Prof. Roy Sembel, Andra Donatta, Dewi Aliah Ashuro, James Gwee, Dewi Motik Pramono, Anthony Dio Martin, Harianto Tian, Jessica, Hari Subagya, Mia Marianne, Tyas Arumsari, Fay Irvanto, dan puluhan lainnya, terdiri dari berbagai suku, agama, dan ras. Mereka seolah merupakan potret dari keragaman Indonesia dan mereka berupaya membangkitkan kesadaran bangsa melalui cara jenaka. Inilah yang disampaikan oleh “Sang Dalang” (Prie GS) dalam kata pengantarnya di awal acara, “Semoga Indonesia bisa belajar dari kerukunan kita malam ini. Ini bukan teater, tetapi peribadatan dan harapan agar Indonesia menjadi lebih baik.”(dayu)

Facebook Comments

Baca Juga:

Manfaatkan Energi Alternatif Yang Dekat Di Sekitar... AtualPress, Energi - Minyak bumi hingga saat ini menjadi pilihan utama sebagai sumber energi yang banyak digunakan. Meski banyak fakta menunjukkan efe...
Jokowi Sindir PT PAL: Kita Sudah Kalah Jauh dari K... Sumber: Kumparan.com AktualPress.com˗˗ Presiden Joko Widodo menyebutkan persoalan mengenai perkembangan industri galangan kapal di Indonesia saat ...
Email Hillary Clinton Bocor, Sumbangan Gempa Haiti... AktualPress.com--Kelompok “peniup peluit” (whistleblower) WikiLeaks telah menerbitkan lebih dari 2.000 email dari server ketua tim kampanye dari Hilla...
Mengapa Hillary Kalah? Hillary Saat Berpidato Menyatakan Kekalahan (8/10) AktualPress.com--Kemenangan Donald Trump memunculkan banyak pertanyaan. Mengapa rakyat AS lebih...
Di Bali, Jelantah Diubah Jadi Biodiesel Bio Bus yang berbahan bakar olahan jelantah ini tiap pekan disebut mengantar 2000 siswa Green School. Foto Luh De Suriyani. AktualPress.com— Green...
Rencana Pembatasan Minimarket Untuk Pemerataan Eko... Sumber: Republika AktualPress.com˗˗ Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution telah memastikan rencana pembatasan minimarket (conven...
SHARE THIS: