Pemkot Yogyakarta Luncurkan Layanan Bagi Siswa Penyandang Disabilitas
Posted by Aktual Press on 6th January 2017
| 308 views

upt-disabilitasAktualPress.com— Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta membuka Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Layanan Disabilitas Bidang Pendidikan dan Resource Center. Layanan ini merupakan pertama di Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan disabilitas.

UPT yang dikhususkan bagi siswa-siswi penyandang disabilitas itu menempati sebuah gedung yang terletak di areal SDN Pujokusuman.

Layanan ini dibentuk dengan menggunakan payung hukum Peraturan Walikota Nomor 96 Tahun 2016. UPT tersebut resmi beroperasi pada Januari 2017.

PJ Walikota Yogyakarta Sulistyo mengatakan, UPT ini sebagai bentuk dukungan Pemkot untuk mengawal pendidikan bagi semua orang, tanpa pandang bulu.

Di tempat ini, kata dia, warga maupun pihak sekolah bisa melaporkan segala hal yang berkaitan dengan pendidikan inklusi dan diupayakan memperoleh solusi.

“Mungkin perlu konsultasi, permintaan aksesibilitas, kursi roda, kekurangan guru, bahkan anak berkebutuhan khusus yang ditolak sekolah pun bisa melapor ke UPT,” ujar Sulistyo seusai peresmian UPT Layanan Disabilitas Bidang Pendidikan dan Resource Center Kota Yogyakarta serta Deklarasi Kesiapan Pelaksanaan Pendidikan Inklusi Kota Yogyakarta, Kamis (5/1/2017).

Ia berharap upaya ini dapat diikuti kabupaten lainnya. Dengan begitu, setiap daerah bisa memberikan hak yang setara dalam pendidikan kepada seluruh siswa.

Jumlah Siswa Difabel Tak Sebanding dengan Sekolah yang Tersedia

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana menambahkan, latar belakang didirikannya UPT Layanan Disabilitas Bidang Pendidikan.

Pada awalnya hanya tugas tambahan dari Seksi Manajemen Sekolah Bidang Pendidikan Dasar di dinasnya. Namun, sekarang UPT ini diperuntukkan bagi siswa-siswi difabel di Yogyakarta.

“Dengan adanya UPT berarti sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta harus ke arah sekolah inklusi secara bertahap,” tutur dia.

Saat ini di Yogyakarta terdapat sekitar 60 dari sekitar 300 sekolah jenjang TK sampai SMA dan SMK yang menerapkan pendidikan inklusi. Sementara, jumlah siswa berkebutuhan khusus mencapai 200 orang dengan total guru pendamping 60 orang.

Edy menuturkan, keberadaan UPT di areal SD Pujokusuman juga harus diikuti dengan aksesibilitas bagi difabel di sekolah ini. Sekarang sekolah ini belum memiliki guiding block dan akses untuk kursi roda.

“Nanti harus ada dan gedung UPT juga akan diperlakukan sama, sudah kami anggarkan di 2017,” ujar Edy.

Langkah Pemkot Yogyakarta patut diapresiasi. Terkait dengan kekurangan fasilitas, Pemkot bisa menyempurnakan seiring proses pelayanan berjalan. (Zainab)

SHARE THIS: