Lokalisasi Komponen Impor, Kunci Kemandirian Kelautan
Posted by @Redaksi on 10th January 2017
| 776 views
Maman Hermawan
Maman Hermawan

Aktualpress.com – Tanpa kemandirian, tak mungkin kedaulatan dicapai. Hal inilah yang menjadi salah satu fokus utama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perikanan dan Kelautan (PK).

Hal tersebut disampaikan dalam acara Review 2016 dan Outlook 2017 Badan Pengembangan SDM & Pemberdayaan Masyarakat Kelautan & Perikanan, Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP) di Jakarta, Selasa 10 Januari.

“Dulu 100%, semua impor. Sampai kail aja impor. Padahal kita bisa buat, bikin sendiri pelampung, sinker, bisa kita buat,” ujar Maman Hermawan, Sekretaris BP SDM PK.

Maman mencontohkan sejumlah produk yang harusnya dapat diproduksi dalam negeri tanpa harus impor. Seperti baling-baling kapal, yang menurutnya sangat sederhana. Lalu ia mengambil contoh lain yang bisa kembangkan misalnya baling-baling untuk perikanan seperti yang sudah ada di Bitung dan juga storage ikan.

“Lalu nanti akan kita buat ice crusher sendiri. Mesin penghancur es masak impor dari Cina?” tanyanya.

Sementara itu, Kepala BPSDM KP, Rifky Effendi Hardijanto mengemukakan agar komponen-komponen impor bisa lebih mandiri dan hemat. Ia mencontohkan di Politeknis Sidoarjo, Jawa Timur sudah dikembangkan kincir tambak buatan sendiri.

“Awalnya semuanya impor dengan harga 1 unit Rp 6 juta,” ujar Rifky.

Kemudian dibuat dengan bahan lokal menghabiskan biaya 2 juta. Itu adalah seperti tiga dari harga barang impor. Sehingga mampu menghemat 50% dan berbulan-bulan tidak rusak.

“Ini bisa gantikan barang-barang impor. Lokalisasi komponen impor itu kunci,” tegas Rifky

Dari catatan Badan Pusat Statistik, nilai impor Januari hingga Oktober 2016 tahun lalu mencapai Us$ 110,16 miliar. Jumlah tersebut turun US$8,9 miliar atau 8,61 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2015. (Muhammad)

SHARE THIS: