Pemerintah Tuntut Perusak Terumbu Karang Raja Ampat
Posted by redaksi2 on 15th March 2017
| 187 views
Terumbu karang yang rusak di Raja Ampat. Sumber:Merdeka.com
Terumbu karang yang rusak di Raja Ampat. Sumber:Merdeka.com

AktualPress.com—Pemerintah akan menuntut pertanggungjawaban atas rusaknya terumbu karang di Raja Ampat yang disebabkan oleh Kapal Pesiar asal Inggris, MV Caledonian Sky.

Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Arif Havas Oegroseno menegaskan, pemerintah siap menempuh segala cara agar pemilik kapal MV Caledonian Sky bersedia untuk bertanggung jawab.
“Kita siap untuk mengambil segala langkah yang diperlukan agar masyarakat tidak dirugikan dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh MV Caledonian Sky bisa segera diatasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, selasa (14/2/2017).

Insiden rusaknya terumbu karang di Raja Ampat terjadi saat kapal pesiar MV Caledonian Sky yang memiliki bobot 4.200 GT, membawa 102 turis, dan 79 ABK sedang dalam perjalanan menuju Bitung, pada tanggal 4 maret 2107. Akan tetapi, di tengah perjalanan, kapal ini kandas di atas sekumpulan terumbu karang di Raja Ampat. Untuk mengatasi hal ini, Kapten Keith Michael Taylor merujuk pada petunjuk GPS dan radar tanpa mempertimbangkan faktor gelombang dan kondisi alam lainnya.

Saat kapal itu kandas, sebuah kapal penarik (tug boat) dengan nama TB Audreyrob Tanjung Priok tiba di lokasi untuk mengeluarkan kapal pesiar tersebut. Namun, upaya tersebut awalnya tidak berhasil karena kapal MV Caledonian Sky terlalu berat.

Kapten terus berupaya untuk menjalankan Caledonian Sky hingga akhirnya berhasil kembali berlayar pada pukul 23.15 WIT pada tanggal 4 Maret 2017. Akibatnya, peristiwa ini menimbulkan dampak kerusakan terumbu karang yang luar biasa.

Dari investigasi awal yang dilakukan pemerintah setempat, terumbu karang yang rusak luasnya mencapai 1.600 meter persegi. Lebih parahnya lagi, terumbu karang yang rusak tepat berada di jantung Raja Ampat, Sebuah pusat keanekaragaman hayati laut.

Saat ini, pemerintah telah membentuk satuan tim yang terdiri dari Kemenko Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, Kemenkumham, Kejaksaan Agung, Polri dan Pemda setempat.

Tugas tim tersebut adalah menangani aspek hukum baik perdata maupun pidana termasuk Mutual Legal Assistance (bantuan timbal balik) serta upaya ekstradisi bila diperlukan. Selain itu, tim ini juga bertugas melakukan perhitungan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh kandasnya kapal MV Caledonian Sky, keselamatan navigasi, dan hal-hal terkait lainya. (Sihab/Liputan6/BBC)

SHARE THIS: