Mensos: 98 Persen Warga Korban Longsor Ponorogo Ingin Direlokasi
Posted by Aktual Press on 2nd April 2017
| 10127 views
foto: liputan6.com
foto: liputan6.com

 

AktualPress.com–Menteri Sosial Khofifah Indra Parawansa mengatakan, 98 persen warga yang berada di area lokasi bencana tanah longsor Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo ingin direlokasi.

“Kalau ditanya tinggal lahan yang sama atau aman direlokasi, maka 98 persen warga ingin direlokasi. Hanya dua persen warga yang ingin tetap tinggal karena riwayat tanahnya yang panjang,” ujar Khofifah Indar Parawansa di sela kunjungannya di lokasi bencana tanah longsor Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (2/4/2017) siang.

Hanya saja, untuk merelokasi ratusan warga dibutuhkan lahan untuk pembangunan permukiman.

Menurut Khofifah, saat ini tim Kemensos sedang mendata warga yang terdampak bencana tanah longsor. Tak hanya itu, dia juga sudah berkoordinasi dengan Bupati Ponorogo terkait rencana relokasi warga.

“Bupati sudah koordinasi dengan warga apakah mereka memiliki lahan lain atau memiliki solusi lain. Untuk itu nanti dicari win-win solution,” kata Khofifah Indar Parawansa.

Dalam kunjungan ini, Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni ikut serta mendampingi Khofifah.

Khofifah mengatakan, bila permukiman baru sudah dibangun, maka Kemensos siap membantu dalam proses pengisian hunian oleh warga terdampak longsor.

Tentang proses evakuasi, Khofifah mengatakan bahwa dibutuhkan banyak alat berat seperti ekskavator. “Mudah-mudahan cuaca bersahabat. Kalau cuaca tidak bersahabat eksavator juga tidak efektif,” ujar Khofifah Indar Parawansa.

Kondisi Korban Longsor Ponorogo

Pasca-peristiwa longsor yang menerjang Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (1/4/2017), warga kehilangan harta benda dan juga tempat tinggal. Mereka mengungsi ke lokasi pengungsian atau ke rumah warga lain yang masih bisa ditinggali.

KompasTV mencatat, kondisi pengungsian sangat memprihatinkan. Tak ada alas tidur yang layak dan warga hanya memiliki pakaian yang melekat di tubuh mereka.

Selain itu, para pengungsi juga harus berdesakan tinggal di lokasi pengungsian.

Jumlah korban hilang dalam peristiwa tanah longsor ini bertambah menjadi 28 orang. Proses pencarian korban hilang terus dilakukan oleh petugas BPBD namun mereka menghadapi kendala, beratnya medan pencarian yang berupa tanah miring. (Zainab/kompas.com)

SHARE THIS: