Sidang Paripurna DPD RI Diwarnai Kericuhan
Posted by Aktual Press on 3rd April 2017
| 167 views
foto: daririau.com
foto: daririau.com

AktualPress.com–Sidang paripurna DPD RI dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB. Namun pada pelaksanaannya menjadi terlambat karena ada banyak penolakan kepemimpinan dari anggota DPD.

Kericuhan dimulai saat Hemas dan Farouk Muhammad yang memimpin sidang paripurna DPD RI. Sesuai Tata Tertib DPD RI no.1 tahun 2016 dan 2017, masa kepemimpinan Muhammad Saleh telah berakhir. Banyak anggota DPD yang maju ke depan meja pimpinan.

Mereka mulai menahan mike milik Farouk dan Hemas agar tidak membuka sidang paripurna. Sebagian staff Hemas dan Farouk pun ikut membantu kejadian di atas panggung. Mereka pun saling mendorong dengan senator agar sidang bisa dibuka tanpa ada kericuhan.

Melihat aksi dorong mendorong, anggota DPD RI lainnya pun bereaksi. Mereka mulai berteriak melalui pengeras suara dari mejanya masing-masing.

Bahkan saat kericuhan masih terjadi di atas panggung, anggota DPD RI yang duduk di mejanya masing-masing mulai melantunkan adzan salat.

Bahkan ada yang sebagian mulai menyanyikan lagu Indonesia Raya. Meskipun sedang sibuk di atas panggung, Hemas pun tidak terima jika lagu Indonesia Raya dilantunkan saat kericuhan.

Karena hal itu sama saja dengan menghina lagu kebangsaan.

“Jangan nyanyi, menghina Indonesia raya kalau rusuh,” ujar Hemas.

Sidang Paripurna DPD RI pun dibuka kembali oleh Hemas. Sedangkan Tata Tertib yang baru akan dibacakan oleh Sekjen DPD RI Farouk Muhammad. Dari 106 anggota yang hadir, sebagian ingin menuntut pimpinan baru anggota DPD RI. Namun ada juga yang meminta kepemimpinan sementara di sidang paripurna.

Usai lagu Indonesia Raya, kembali bertengkar lagi

Usai Indonesia Raya selesai berkumandang, anggota DPD RI kembali memulai pertengkaran. Padahal Hemas hanya ingin menyampaikan pembacaan keputusan Mahkamah Agung terkait Tata Tertib.

Lagi-lagi Nawardi kembali maju ke depan panggung. Anggota DPD asal Jawa Timur itu menolak agar Sekjen DPD RI Farouk Muhammad yang memimpin dan membacakan tata tertib.

“Tidak bisa, harus ada pimpinan baru,” kata Nawardi. (Zainab/tribunnews)

Facebook Comments

Baca Juga:

Romero (1989): Uskup Pembela Kaum Tertindas AktualPress.com--Uskup Agung San Salvador, Oscar Arnulfo Romero tertembak tepat di jantungnya ketika baru saja selesai berkotbah di sebuah gereja. Hin...
Cara Buat Salad Ayam dan Pepaya Hijau Yang Sederha... AktualPress.com – Hidangan salad sangat cocok untuk wilayah Asia Tenggara, seperti Indonesia. Dengan bahan yang relatif mudah dan murah, kita dapat me...
Ingin Sang Buah Hati Mencintai Matematika? Ini Car... AktualPress.com – Tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan matematika sangat berguna untuk kehidupan ketika dewasa nanti, baik untuk tes saat melamar pe...
Harga Cabai di Padang Panjang Terus Melonjak AktualPress.com— Harga cabai merah dan cabai rawit terus melonjak di pasar tradisional Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) sejak awal November 201...
Pence: Trump Serius Pertimbangkan Pemindahan Kedub... Aktualpress.com—Wakil Presiden AS Mike Pence menyebut Presiden Donald Trump memberikan pertimbangan serius untuk memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv ...
Dana Nganggur Pemerintah Daerah Capai Rp 168 Trili... Sumber: Koran Bisnis AktualPress.com— Dana simpanan pemerintah daerah (pemda) di Perbankan pada akhir Februari 2017 mencapai Rp 168,43 triliun. Te...
SHARE THIS: