5 Fakta Menarik Seputar Perang Dunia I
Posted by Aktual Press on 7th May 2017
| 234 views

Royal_Irish_Rifles_ration_party_Somme_July_1916AktualPress.com—Perang dunia pertama, yang terjadi antara 1914 hingga 1918, mewariskan banyak cerita kelam. Bukan hanya dampak korban jiwa dan kerusakan yang ditimbulkan, tetapi juga cerita tentang orang-orang yang ikut mempertaruhkan nyawa di dalamnya.

Perang ini melibatkan dua blok, yakni blok sekutu dan blok sentral. Blok sekuru terdiri dari Perancis, Inggris, Rusia, Belgia, Jepang, Italia, Portugal, Amerika Serikat dan lain-lain. Sedangkan blok sentral terdiri dari Jerman, Austria-Hungaria, Turki-Ottoman dan Bulgaria.

Nah, kendati yang melibatkan diri dalam perang ini kebanyakan negara imperialis Eropa, tetapi fakta menunjukkan bahwa banyak diantara mereka yang berperang bukanlah orang-orang Eropa. Pertempurannya juga tidak seluruhnya di daratan Eropa.

Berikut fakta-fakta yang perlu anda ketahui:

Pertama, satu juta orang Afrika dan India berada di pasukan Inggris

Pada tahun 1914, Inggris dan Perancis merupakan kolonialis terbesar di dunia, dengan jajahan yang terbentang di Asia dan Afrika. Ironisnya, dua negara imperialis ini menggunakan rakyat di jajahannya sebagai kekuatan perang mereka.

Ada 2 juta orang Afrika yang bekerja sebagai tentara maupun pekerja sipil di tentara Inggris. Kemudian 1,3 juta orang berasal dari dominion putih Inggris, seperti Kanada, Australia, Selandia baru, Afrika selatan dan Irlandia.

Lebih dari 1 juta India dan 140.000 orang Tiongkok juga turut memperkuat angkatan darat Inggris selama perang dunia pertama.

Kedua, warga asli benua Amerika dan Negro turut berjuang di pihak militer AS

Siapa sangka, warga asli Amerika juga banyak yang memperkuat militer Amerika Serikat (AS). Padahal, mereka ini adalah korban genosida orang-orang kulit putih Eropa sejak kedatangan Christopher Columbus di tahun 1492. Bahkan, hingga 1924, mereka ini belum mendapat pengakuan status sebagai warga AS.

Faktanya, ada 13 ribu warga asli benua Amerika yang turut berjuang di barisan militer AS. Sementara ada 200 ribu orang negro-amerika yang juga bergabung dengan militer AS. Ironisnya, 11 persen dari mereka dipecah ke dalam berbagai divisi -divisi dari tentara AS yang berkulit putih.

Ketiga, 900.000 orang Muslim berjuang di pihak sekutu

Penelitian British Muslim Heritage Centre menemukan bahwa ada banyak orang Islam yang turut bertempur di sisi pasukan sekutu di perang dunia pertama. Mereka tergabung di pasukan Inggris, Perancis dan kekaisaran Rusia.

muslim-ww1
Orang-orang Islam di pasukan Inggris (sumber: http://www.hizb.org.uk)

Setidaknya ada 885 ribu yang berjuang di pihak sekutu melawan Jerman dan Turki Ottoman. Kemudian ada 89 ribu yang diketahui gugur dalam peperangan itu. Lebih dari 280 ribu muslim dari Maroko, Aljazair dan Tunisia yang berjuang di pihak sekutu. Sisanya adalah muslim dari India.

Ironisnya, saudara-saudara, jajak pendapat menemukan bahwa hanya 2 persen warga Inggris saat ini yang tahu bahwa orang-orang Islam turut menyabung nyawa di pihak Inggris selama perang dunia pertama.

Keempat, India terkuras sumber dayanya untuk menyokong Inggris dalam perang

Inggris tidak hanya memakai sumber daya manusia negara jajahannya untuk menyokong perangnya, tetapi juga mengurasi habis sumber daya alam dan ekonominya.

Kontribusi India untuk perang Inggris diperkirakan mencapai 20 miliar US dollar. Kemudian ada 3,7 juta ton logistik yang dipasok dari India untuk membantu militer Inggris di medan perang.

India juga menjadi penyumbang terbesar tentara beragama Islam, yakni 400 ribu orang, untuk berperang di pihak sekutu. Jumlah itu mewakili setengah dari keseluruhan jumlah orang Islam yang berjuang di pihak sekutu.

Kelima, tembakan pertama perang dunia pertama justru pecah di Afrika

Mungkin diantara pembaca ada yang membayangkan, karena perang dunia pertama ini sebagian besar melibatkan negara-negara imperial di Eropa, maka pertempurannya juga berlangsung di Eropa. Anda salah besar.

Pertempuran pertama justru terjadi di Afrika. Tepatnya pada Agustus 1914, ketika pasukan sekutu menyerbu koloni Jerman yang bernama Togoland–sekarang Togo dan sebagian Ghana.

Togoland mulai menjadi koloni Jerman sejak 1880. Namun, koloni ini terkepung oleh wilayah jajahan Belgia dan Portugal. Jadi, hampir semua daratan Afrika saat itu sudah dibagi-bagi oleh negara-negara kolonialis dari Eropa.

Di tahun 1916, Togoland kemudian dibagian dua oleh Inggris dan Perancis. Tahun 1922, muncullah Togoland Perancis dan Togoland Inggris di bawah pengawasan Liga Bangsa-Bangsa.

SHARE THIS: