Cara Terbaik Melestarikan Situs Kota Berumur 5.000 tahun Di Masa Kini
Posted by Lestari on 21st May 2017
| 119 views

Kota KunoAktualPress.com – Saat ini, para arkeolog telah memutuskan bahwa cara terbaik untuk melestarikan situs kota berusia hampir 5.000 tahun di Pakistan adalah dengan cara menguburnya, bukan menggalinya.

Pada tahun 1920, sebuah tim arkeolog menemukan sebuah batu api di Pakistan yang berasal dari beberapa tempat suci tertua dan paling dihormati di negara tersebut. Selama sekitar 50 tahun, penggalian dalam skala besar menemukan sebuah kota berusia 5.000 tahun di selatan negara tersebut, yang tampak jaringan jalan dan sistem drainase yang kompleks. Kota itu dicap sebagai kota “Mohenjo Daro” yang berarti “gundukan orang mati” di Sindhi.

Tidak banyak yang mengetahui tentang kota tersebut, karena tidak punya nama asli. Tidak ada bagian tempat yang bisa menunjukkan umur dimana kota itu hidup dahulu.

Menurut para arkeolog, kota tersebut mungkin mengalami kejayaan pada tahun 2500 SM, namun karena bencana badai cuaca yang dahsyat dan kekeringan yang tak ada henti-hentinya, negara tersebut hancur atau berakhir pada tahun 1900 SM. Namun penyebab pasti hancurnya kota tersebut tetap menjadi sebuah misteri ilmiah dan arkeologi.

Untuk mengetahui penyebab lebih lanjut, para arkeolog yang bekerja di situs tersebut perlu menggali lebih dalam. Namun, penggalian pun memiliki banyak konsekuensi. Ada kekhawatiran lebih jika penggalian dapat membuatnya rentan terhadap kerusakan, sementara mengali reruntuhan dapat memberikan kunci untuk membuka misteri di jantung peradaban Lembah Indus Kuno.

Selain itu, pemerintah Pakistan dan negara-negara tetangga khawatir jika kelompok ISIS menghancurkan situs-situs tersebut, seperti yang mereka lakukan sebelumnya di Palmyra, Suriah. Bagi ISIS, situs merupakan ikon pra-Islam yang menyembah berhala, sehingga merupakan sebuah dosa jika terus melestarikannya.

Untuk menghindari hal tersebut, para arkeolog lebih memilih untuk meninggalkan penggalian dan kemudian menguburnya sampai metode pelestarian yang lebih baik ditemukan. (AL/Sputnik)

SHARE THIS: