Tradisi Lumbung Pangan Adat Bonokeling Yang Tetap Lestari
Posted by Lestari on 24th May 2017
| 207 views

Beras Masyarakat Ada BonokelingAktualPress.com – Komunitas Adat Bonokeling yang berada di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) masih melestarikan adat budaya pangannya secara kuat, yaitu tradisi lumbung pangan yang masih langgeng hingga saat ini. Demikian laporan yang dilansir Mongabay pada Rabu (24/5).

Tradisi lumbung pangan disebut sebagai adat mitigasi kerawanan pangan, khususnya saat musim kemarau, el nino yang memperpanjang musim tanpa turunnya hujan, atau paceklik.

Juru bicara komunitas tersebut, Sumitro, mengatakan bahwa tradisi tersebut akan terus dipertahankan, meskipun masyarakat umum lain sudah lama meninggalkannya.

“Ini adalah tradisi turun-temurun dari nenek moyang kami yang tidak boleh hilang. Sebab, lumpung pangan telah nyata menolong warga ketika paceklik tiba. Apalagi jika musim kemarau panjang datang, maka lumbung pangan jadi tumpuan,” ucap Sumitro pada Jumat (19/5) lalu.

Lumbung pangan komunitas tersebut sudah agak berbeda daripada dulu. Dulu lumbung pangan terbuat dari rumah panggung kayu, dan hanya ada 1 setiap komunitas. Kini, lumbung pangan sudah menyatu dengan Balai Rukun Tetangga (RT) yang besar, sehingga setiap RT memiliki lumbung pangan masing-masing. Ada sekitar 23 lumbung pangan yang tersebar di sana, dengan kapasitas simpanan rata-rata sebesar 4 ton gabah.

“Lumbung pangan ada, hanya tempat penyimpanannya saja yang berbeda,” lanjutnya.

Manfaat dari keberadaan lumpung pangan di tiap RT tersebut sangat terasa. Jika musim kemarau panjang dan paceklik tiba, masyarakat dikomunitas tersebut menggantungkan pangannya dari sana. Meskipun banyak warga mengambil gabah, namun stok gabah di lumpung tetap ada, sehingga masyarakat adat bisa melewati masa kemarau dan paceklik dengan mudah. (AL/Mongabay)

SHARE THIS: