Soekarno Muda, Untuk Tanah Air
Posted by Lestari on 5th June 2017
| 136 views

SoekarnoAktualPress.com – Sejak Soekarno berusia 16 tahun, ia mulai berkomitmen untuk membaktikan seluruh hidupnya untuk tanah air. Ia pun mulai turun ke gelanggang politik. Tri Koro Darmo adalah nama perkumpulan politik pertama yang ia ikuti. Disusul kemudian dengan Jong Java. Soekarno muda, benar-benar bekerja untuk rakyat. Ia dan kawan-kawannya pergi ke kampung-kampung mengumpulkan dana untuk sekolah atau untuk membantu korban bencana gunung meletus. Ia hibur rakyatnya yang menderita itu dengan pertunjukan-pertunjukan teater yang dia sendiri adalah pemerannya.

Di umurnya yang ke-16 tahun itu, Soekarno telah meneriakkan pidatonya di tengah perkumpulan study club yang diadakan di sekolah HBS, tempat ia belajar. Keberaniannya sebagai seorang pemuda patut diacungi jempol, mengingat bahwa dia meneriakkan pidato anti-bahasa Belanda di tengah teman-teman dan guru sekolah yang sebagian besar adalah orang Belanda.

Mungkin buku-buku yang telah direnungkan oleh Soekarno itu, telah berhasil membuat nyalinya besar, hingga berani mempertanyakan eksistensi orang-orang Belanda, bahkan cenderung menggugat tindakan-tindakan jahat mereka. Soekarno berani melakukan itu, sekalipun ia tahu betul, apa konsekuensi yang akan ia dapatkan jika berurusan dengan pemerintahan Belanda.

Usia ke-20, adalah usia emas untuk setiap manusia. Sebab, pada masa ini, manusia sampai pada tahapan puncak, baik secara fisik atau pun jiwa. Pada usia ini, Soekarno mulai banyak mengikuti aktivitas-aktivitas politik dengan skala yang lebih luas tanpa kehilangan waktunya untuk mengamati kehidupan rakyatnya lebih dekat. Aktivitas pidato dan orasi membangkitkan semangat rakyat mulai sering dilakukannya. Teriakan-teriakan perlawanan melawan kejahatan pemerintah kolonial terus ia kumandangkan. Sekalipun aktivitas ini, telah membawanya masuk-keluar bui, tapi cita-cita mudanya untuk mengabdikan diri seutuhnya untuk bangsa Indonesia, membuat Soekarno mengabaikan segala ancaman yang ditujukan pemerintah kepadanya. Berbagai cara diupayakan, mulai dari orasi, menulis di media massa, mendirikan serta mengembangkan partai politik sebagai kendaraan untuk bisa mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Sampai pada akhirnya, ia berhasil membawa bangsa ini menuju gerbang kemerdekaan.

“Kehebatan aksi dan sepak terjang seseorang didasarkan atas dasar pemikiran yang hebat. Sementara pemikiran yang hebat terbentuk melalui bacaan yang mendalam terhadap karya-karya yang memuat pemikiran-pemikiran yang besar”. (AL/AM)

SHARE THIS: