Islam Indonesia Untuk Peradaban Dunia
Posted by Lestari on 9th June 2017
| 126 views

Indonesia sumber-KompasianaAktualPress.com – Jika kita mau, Islam kita atau Islam Indonesia bisa menjadi lokomotif utama. Lokomotif yang bisa menggerakkan, menarik, dan membangkitkan peradaban Islam dunia. Tapi itu jika kita mau. Sepertinya kita masih belum mau, karena kita masih melilit dan mengungkung Islam Indonesia ke persoalan yang seharusnya bukan menjadi sebuah persoalan penting. Namun kita terus terlarut dan terlena di dalamnya. Sepertinya kita sudah kecanduan opium untuk selalu membahas itu dan itu lagi.

Pada seperempat akhir abad ke-19, kita sudah disodorkan sebuah jalan diskursus ‘Islam Politik dan Islam Kultural’. Menurut saya, diskursus tersebut memiliki dampak yang positif bagi Islam di Indonesia, karena kita bisa menyadari betapa indah, beragam, dan kayanya Islam kita. Sungguh, jalan yang begitu mempesona. Dua jalan yang berjalan sejajar, selalu beriringan. Membuat kita tak pernah merasa sesak atau sempit untuk menyusurinya. Namun tiba-tiba, kita dihadapkan dengan sebuah persimpangan. Dua jalan itu kini terpecah. Mana yang harus kita pilih? Ke kanan atau ke kiri?

Kita melihat jalan di sebelah kanan, tetap indah dan warna-warni, namun sepi. Kemudian kita melihat jalan di sebelah kiri, ternyata ramai. Banyak orang lain yang berdatangan, berlari menyusurinya. Akhirnya kita memutuskan untuk memilih jalan ini. Kita mengikuti keramaian orang lain. Selanjutnya, kita pun tidak pernah lagi menghiraukan jalan di sebelah kanan.

Ya, kita memilih jalan Islam politik yang penuh hiruk-pikuk, keramaian, persoalan. Di tengah perjalanan Islam politik, kita disodorkan diskursus persoalan Islam moderat dan Islam radikal, sebuah persoalan yang begitu rumit, kusut, tidak ada ujungnya. Banyak perseteruan, pertengkaran, pengkafiran, label penyesatan di dalamnya. Persoalan tersebut kian ramai, sehingga membuat kita terlena. Begitulah posisi kita sekarang. Tidak semua dari kita, namun sebagian besar dari kita ikut terlibat di dalamnya. Ada sebagian kecil orang yang tetap konsisten di jalan kanan, yaitu; jalan Islam kultural yang begitu kaya, indah, dan beragam.

Mengutip Azyumardi Azra, Islam kultural adalah Islam yang memiliki orientasi kepada pengembangan aspek sosio-kultural dari kehidupan Islami melalui jalur non-politik, seperti; dakwah Islam secara damai atau melalui pengembangan pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan hidup, dan sebagainya.

Berapa banyak pesantren Islam di Indonesia? Berapa banyak sekolah Islam di Indonesia? Berapa banyak rumah sakit, panti asuhan, lembaga penelitian, organisasi masyarakat Islam di Indonesia? Begitu banyak. Ini semua adalah aset kekayaan Islam kultural di Indonesia yang harus kita jaga dan rawat bersama. Tentu dengan semua ini, Islam Indonesia turut serta menyumbangkan aset-aset peradaban Islam di dunia global.

Tahun 1990, Islam Indonesia sudah mendapatkan penilaian Islam with a Smiling face (Islam dengan wajah tersenyum) dari media internasional, seperti; Majalah Newsweek dan Majalah Time. Penilaian ini mengindikasikan bahwa Islam Indonesia adalah Islam yang menjunjung tinggi perdamaian dan menjunjung tinggi keragaman sosial-budaya. Sudah saatnya penilaian itu harus dimunculkan dan dibuktikan kembali. Ini tugas kita bersama sebagai warga Islam di Indonesia.

Mau tidak mau, kita harus sadar bahwa teknologi-teknologi di barat yang mayoritas non-Islam sudah kian berkembang pesat, misalnya; pemuda bernama Boyan Slat yang berusia 22 tahun di Belanda berhasil merancang dan meluncurkan teknologi hebat bernama Ocean Cleanup Array untuk membersihkan sampah-sampah plastik di lautan. Seorang fisikawan AS bernama Eugene Parker pun telah berhasil merancang pesawat ruang angkasa bernama Parker Solar Probe yang diterbangkan ke atmosfir matahari untuk melakukan penelitian kritis, masih banyak yang lainnya.

Jika Islam kita hanya melilit diri untuk terus mempersoalkan kafir, sesat, dan radikal, tentu kita tidak akan sempat untuk memikirkan peradaban. Padahal sudah tersedia Islam kultural Indonesia yang begitu potensial. (AL)

SHARE THIS: