Laut Indonesia Bebas dari Sampah Plastik, Kapan?
Posted by Lestari on 10th June 2017
| 130 views

sampah-selat-baliAktualPress.com – Di Hari Lingkungan Hidup, Hari Laut Dunia, dan Hari Segitiga Karang 2017, sejumlah elemen pemerintah mengadakan acara untuk memperingatinya. Acara tersebut diadakan pada 6-9 Juni lalu di sejumlah pesisir Bali dan Lombok.

Pemerintah berkomitmen untuk berupaya mendeklarasikan stop buang sampah plastik ke Laut. Semoga upaya ini terus-menerus berlanjut sampai masyarakat benar-benar sadar dan laut bersih dari sampah mikroplastik yang berdampak buruk bagi ekosistem laut, hayati, dan bahkan kehidupan manusia sendiri.

Sampah di laut telah menjadi momok tersendiri bagi lingkungan hidup, pasalnya semakin bertambah hari, sampah semakin banyak, sehingga perlu ada upaya serius dari pemerintah maupun masyarakat untuk gotong-royong menjaga kebersihan dan keasrian laut Indonesia. Indonesia pun dikabarkan menjadi negara penghasil sampah nomor 2 terbesar di dunia.

Kantor berita Mongabay melaporkan pada Jumat (10/6) bahwa Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, dan para mitra pengelolaan konservasi sumber daya kelautan dan perikanan di Bali bersama-sama mempropagandakan stop buang sampah ke laut. Mereka menggelar acara di Perairan Padang Bai, Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Kamis (8/6).

Acara tersebut diawali dengan bersama-sama membersihkan sampah di laut dan diakhiri dengan penandatanganan deklarasi stop buang sampah ke laut.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Brahmantya Satyamurti Poerwadi, dalam acara pertemuan tersebut mengingatkan bahwa pencegahan untuk mengurangi produksi sampah secara terpadu harus dilakukan mulai dari rumah tangga hingga pabrik, sehingga akan melibatkan banyak pihak. Sampah pun harus dikurangi sampai 70% dan pemakaian sampah plastik pun harus dikurangi.

Dampak besar dari banyaknya sampah plastik di laut adalah ikan. Mikroplastik yang banyak akibat banyaknya sampah plastik bisa termakan oleh ikan yang nanti ujungnya pun akan dimakan oleh manusia.

Menurut penelitian dari kolaborasi peneliti Marine Megafauna Foundation, Universitas Murdoch Australia, dan Universitas Udayanan Bali, Ikan diprediksi bisa memakan mikroplastik antara 40 hingga 90 potong per jam. Bisa bayangkan betapa banyak kandungan mikroplastik di dalam tubuh ikan. Maka dari itu, sampah plastik tidak hanya berbahaya bagi ekosistem laut, tetapi juga manusia sendiri.

Dr. I Gede Hendrawan yang merupakan salah satu peneliti perwakilan Universitas Udayana pun mengatakan bahwa jenis sampah yang banyak dialirkan ke laut adalah sampah plastik sebesar 75%. Dan sumber sampah terbanyak adalah berasal dari aktivitas manusia di daratan, yaitu mencapai sekitar 52%. Awalnya sampah itu dibuang ke sungai, kemudian dari sungai mengalir menuju ke laut. Ada sekitar total 24.000 sampah per hari yang mengalir ke laut. Jika tidak segera diatasi dan dikurangi, tentu akan menjadi gunung sampah di lautan. Dengan upaya dari sejumlah pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama, semoga laut Indonesia segera bersih dari sampah plastik. (AL/Mongabay)

SHARE THIS: