Perusahaan Kapitalis: Biang Kerok Krisis Lingkungan
Posted by Lestari on 14th June 2017
| 31 views

Apel Kesepakatan ParisAktualPress.com – Bulan lalu, dunia dikejutkan dengan keputusan sepihak Trump untuk keluar dari Kesepakatan Paris terkait upaya meminimalisir perubahan iklim. Sontak 24 jam setelahnya, dunia seolah berteriak melawan dan mengecam keputusan yang dinilai “idiot” tersebut. Masyarakat dunia kecewa dan marah. Keputusan idiot tersebut bersumber dari keyakinan Trump bahwa perubahan iklim adalah hoax belaka yang didesain Tiongkok untuk mendegradasikan ekonomi AS.

Ada banyak masyarakat dunia dan perusahaan yang mengecam Trump. Mereka menyatakan akan tetap menghormati kesepakatan Paris. Namun ada banyak juga perusahaan yang diam-diam mendukungnya, karena tentu akan menguntungkan misi kapitalisme perusahaan mereka. Bahkan ada 22 senator Partai Republik yang disogok industri fosil sebesar USD 10 juta untuk mendukung keputusan Trump tersebut.

Keputusan tersebut tentu sangat buruk untuk lingkungan katastropik yang kian akut ini, namun di sisi yang lain juga akan memperkuat ekonomi perusahaan kapitalis dunia, seperti; industri migas, industri batubara, industri air mineral, dan banyak lagi lainnya. Perusahaan kapitalis dunia terkuat adalah AS sebagai negara imperialis dunia ke-3 (Asia-Afrika). Industri yang dikirim ke berbagai negara dunia ke-3 untuk menguasai dan mengeruk sumber daya adalah kunci kemajuan negara adidaya tersebut.

Yang terpenting bagi perusahaan adalah keuntungan sebesar-besarnya, tanpa perduli krisis lingkungan yang diakibatkannya. Kerusakan ekosistem laut, hutan, karst telah menjadi bukti degradasi lingkungan di tangan perusahaan-perusahaan kapitalis.

Perusahaanlah biang keror dari segala krisis lingkungan, termasuk perubahan iklim, pemanasan global. Jika mereka tidak terus diingatkan, maka ini akan menjadi bom waktu yang tinggal menunggu kapan bumi hancur.

Harus ada kepedulian dari pihak perusahaan untuk ikut serta memberikan solusi terhadap kerusakan lingkungan. Perusahaan harus merubah kecenderungannya untuk lebih peduli dengan lingkungan. Jika tidak, mustahil krisis lingkungan termasuk perubahan iklim bisa ditangani.

Sependapat dengan Naomi Klein bahwa perusahaan perlu ditekan dengan regulasi dan gerakan sosial agar kecenderung kapitalistik bisa dikendalikan. Upaya untuk mengarahkan ke aktifitas ekologis yang murni tanpa embel-embel popularitas di dunia dan menekan kecenderungan kapitalistik harus terus dilaksanakan. Pemerintah sebuah negara bersama masyarakatlah yang memiliki andil besar dalam upaya-upaya tersebut. Pemerintah dan masyarakat tidak boleh lengah atau takut untuk meninjau-ulang, memeriksa, atau menindak perusahaan yang tetap egois dan kapitalis, demi menjaga dan merawat kelestarian lingkungan. (AL/Naomi Klein dalam opini kantor berita Mongabay)

Facebook Comments

Baca Juga:

Hamas Eksekusi Tiga Terdakwa Pembunuhan Komandan F... Aktualpress.com—Kelompok gerakan pembebasan Palestina, Hamas, telah mengeksekusi tiga terdakwa pembunuhan komandan tinggi Hamas, Mazen Fuhaqaa. Dua...
Belum Dapatkan Izin Ekspor, PT Freeport Indonesia ... Ribuan karyawan PT. Freeport Indonesia melakukan longmarch ketika menggelar aksi unjuk rasa di Terminal Bis Gorong-gorong Timika, Papua, Senin (10/10...
45 Persen Masyarakat Indonesia Tak Mampu Beli Ruma... AktualPress.com – Harga properti perumahan yang terus melonjak dari tahun ke tahun membuat banyak masyarakat tak mampu membelinya. Hal ini diungkapkan...
Rantai Distribusi Cabai Terlalu Panjang, Berdampak... AktualPress.com— Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai rantai distribusi komoditas cabai di Indonesia terlalu panjang, sehingga pada kondisi...
Skandal Email Hillary, Bukti dari Korupnya Elit AS AktualPress.com--Kasus terbongkarnya email Hillary Clinton terus berkembang. FBI melaporkan kepada publik bahwa sekitar 1.000 email antara Hillary Cli...
Menko Darmin Bantah Parlemen UE Terkait Industri S... Menko Perekonomian Darmin Nasution (sumber: tribunnews.com) AktualPress.com—Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menolak tuding...
SHARE THIS: