Dua Wajah Imperialis Pasca Soeharto
Posted by Lestari on 15th June 2017
| 25 views

indonesia amerikaAktualPress.com – Sentimen anti Amerika Serikat sangat hidup pasca Soeharto, bahkan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Para pemimpin politik mengungkapkan ketidakpercayaan bahwa AS lah yang melakukan pemboman Bali. Padahal, memang AS lah dalang utamanya. Seringkali, gagasan tentang konspirasi global yang dipimpin AS melawan Islam dikaitkan. Contohnya; Partai PPP Jawa Timur – Partai Islam era orde baru – percaya bahwa pembom Bali hanyalah tangan sewaan dari pelaku utama yang lebih besar, yaitu orang terpelajar yang telah dilatih di luar negeri dan minim nasionalismenya. Mereka berspekulasi bahwa ada peran agen AS dan Israel dalam insiden tersebut. Tujuan mereka adalah menggaungkan negara Indonesia sebagai negara teroris agar dipandang sebagai negara lemah dan kacau oleh dunia internasional.

Selanjutnya sangat ironis, mengingat semakin seringnya agenda AS yang kemudian berorientasi pada ketertiban dan keamanan di wilayah Indonesia. Di sisi yang lain, mereka juga melaksanakan kepentingan politik guna mengeksploitasi sentimen anti-AS yang makin meningkatkan rasa cemas terhadap kelompok teroris. Dengan demikian, proses saling meciptakan rasa takut dan cemas terbukti berhasil.

Perhatian yang luar biasa terhadap ketertiban dan keamanan tersebut telah diungkapkan dengan penuh semangat oleh sejumlah komentator di AS. Salah satu contoh yang paling menonjol munkin adalah Sebastian Mallaby, seorang kolumnis Washington Post yang liberal. Mallaby jelas berpendapat bahwa AS harus mengambil posisi sebagai kekuatan imperium dan turun ke dalam kekacauan global, khususnya di negara-negara yang berpotensi mengancam ekonomi AS.

Bagi Mallaby, negara-negara tersebut adalah sumber potensial bagi ketidakstabilan dunia dan tanah subur bagi munculnya jaringan teroris. Implikasinya adalah program bantuan internasional hanya terbatas penggunaannya. Selanjutnya tugas dan beban AS untuk menyelesaikan masalah dengan cara membentuk pasar dan pemerintahan pro-AS dalam konteks yang paling jahat dan tidak ramah pada rakyat.

Tidak mengherankan jika cita-cita HAM dan demokrasi pemberdayaan telah menjadi korban utama sekuritisasi kebijakan AS di Indonesia. Hal tersebut membuat dinas intelijen militer Indonesia berhasil menekan Lembaga Sosial Masyarakat yang kritis dan belum ada di masa Soeharto. Aktivitas dan kegiatan mereka seringkali dilecehkan dengan klaim bahwa lembaga mereka hanya ancaman bagi nasional.

Berkali-kali AS beretorika untuk membuat dunia aman bagi demokrasi. Namun, retorika tersebut telah mencemari aktivitas para aktivis demokrasi dan HAM di Indonesia, sehingga kemudian melemahkan dorongan reformis di kalangan masyarakat.

Kini, Indonesia terus berlanjut membentuk demokrasi baru. Telah ada pandangan-pandangan yang menyadarkan, bahwa AS yang seringkali mengkhotbahkan keadilan dan HAM, sedikit demi sedikit mulai tidak dipercayai lagi oleh masyarakat Indonesia. (AL/Vedi R. Hadiz)

Facebook Comments

Baca Juga:

Harga Cabai di Padang Panjang Terus Melonjak AktualPress.com— Harga cabai merah dan cabai rawit terus melonjak di pasar tradisional Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) sejak awal November 201...
Trump Angkat Bankir Goldman Sachs Jadi Menteri Keu... Washington, AktualPress.com-- Steven Mnuchin, seorang mantan bankir perusahaan Goldman Sachs, baru saja diangkat menjadi Menteri Keuangan oleh preside...
Diplomat AS Sebut Trump Tak Peduli dengan Korban S... Aktualpress.com--Keputusan dramatis Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Suriah tidak berdasarkan  rasa simpatinya terhadap para korban senjata ki...
Pembangunan Pembangkit Listrik Diserahkan ke Swast... AktualPress, Indonesia - Pemerintah memperkirakan rencana pembangunan pembangkit listrik berkapasitas total 35 ribu Megawatt (MW) hingga tahun 2019 na...
12 Siswa Indonesia Borong 44 Medali World Scholars... AktualPress.com – Prestasi membanggakan datang dari 12 siswa Indonesia di ajang internasional. Dalam ajang debat Bahasa Inggris Internasional atau Wor...
Ketika Pejabat Republik Tak Lagi Akur dengan Trump... Aktualpress.com--Pejabat Partai Republik di Capitol Hill menunjukkan rasa frustrasi atas perilaku Presiden Donald Trump dalam pemerintah AS, dengan me...
SHARE THIS: