Ron Paul Akui Ada ‘Negara Bayangan’ di dalam Pemerintah AS
Posted by @Editor on 19th June 2017
| 94 views

ronpaul425Aktualpress.com—Mantan anggota Kongres AS memberikan pengakuannya bahwa terdapat sebuah jaringan rahasia bernama “negara bayangan” yang mengatur urusan-urusan pemerintah Amerika.

“Saya sangat percaya dengan adanya sebuah negara bayangan,” ujarnya dalam sebuah wawancara pada Jumat (17/7/17).

“Negara bayangan” yang dimaksud mengarah kepada organisasi-organisasi ekonomi dan intelijen yang memiliki pengaruh sangat kuat di dalam pemerintah AS.

Mantan Wakil Texas itu memberikan salah satu bukti. Selasa lalu, mayoritas Senat AS, yaitu 97 lawan 2, setuju dengan sanksi baru kepada Iran dan Rusia, meski terdapat oposisi kuat dari para anggota atas kebijakan itu.

Kebijakan yang dengan mudahnya disahkan itu menjadi bukti bahwa ada negara bayangan yang mengatur pemerintah, katanya.

Sebutan nagara bayangan, atau derin devlet dalam bahasa Turki, diartikan sebagai jaringan rahasia dari agensi berpengaruh atau militer yang beroperasi di luar sistem demokratik. Kelompok ini dipercaya telah lama berperan dalam memanipulasi dan mengontrol kebijakan pemerintah.

Peter Dale Scott, seorang profesor dari Universitas California, mencatat bahwa negara bayangan ini dulu pernah mengatur kematian Presiden John F. Kennedy.

 

Assad Sebut Trump ‘Boneka Negara Bayangan’

Presiden Suriah Bashar Assad mengatakan bahwa Donald Trump bukan pemimpin politik independen,  namun hanyalah “boneka” korporasi-korporasi, militer, dan badan intelijen AS. Komentar itu ia katakan dalam wawancara dengan TeleSUR TV.

“Trump tidak punya kebijakan miliknya sendiri, namun hanya mengeksekusi keputusan yang dibuat oleh badan intelijen, Pentagon, produsen senjata perang, perusahaan minyak, dan institusi finansial,” kata  Assad.

“Seperti yang kita lihat dalam beberapa minggu terakhir, dia mengubah retorikanya dan menempatkan dirinya di bawah negara bayangan Amerika, bukan rezim Amerika,” tambahnya.

Komentar ini dilontarkan atas fakta bahwa Trump berkuasa di AS dengan janji akan melepaskan kebijakan intervensionis dari pemerintahan sebelumnya, namun nyatanya dia melupakan janjinya tersebut dan memerintahkan serangan rudal ke Suriah.

Assad menegaskan, ini bukan hal yang baru karena “kebijakan [intervensionis] telah digunakan AS selama berpuluh-puluh tahun.”

“Inilah karakter politisi Amerika: mereka berbohong untuk hal-hal paling dasar…Itulah mengapa kita tidak boleh percaya apa yang diucapkan Pentagon atau institusi AS lainnya karena mereka mengatakan hal-hal yang mendukung kebijakan mereka, bukan yang merefleksikan realitas dan fakta di lapangan,” ujar Assad. (ra/presstv)

SHARE THIS: