Derita Nakbah Palestina, Jumlah Pengungsi Meningkat
Posted by Lestari on 23rd June 2017
| 63 views

Pengungsi PalestinaAktualPress.com – Tragedi Nakbah pada tanggal 15 Mei 1948 menyisakan tangis dari seluruh penduduk tak bersalah di Palestina. Hak tinggal di negara mereka sendiri dirampas secara paksa. Tanah dan rumah mereka sendiri diambil tanpa malu dan belas kasih kemanusiaan. Penduduk sebuah negara diusir secara massal tanpa boleh membawa apapun. Entah kemana akan pergi. Entahlah, hanya semangat dan kepasrahan kepada Tuhan yang mungkin tetap tertanam di hati.

Mereka berjalan kaki, mengungsi ke daerah-daerah lain seperti: Lebanon, Suriah, Yordania, Tepi Barat, dan Jalur Gaza. Hanya tinggal di perkemahan sederhana selama berpuluh tahun menunggu untuk kembali ke tanah air mereka sendiri, menikmati hak yang seharusnya memang mereka nikmati.

Hampir 70 tahun, sayangnya tragedi penghancuran hak kemanusiaan tersebut tak pernah berhenti. Mimpi buruk Nakbah selalu menghantui dan bahkan menyerang kembali sampai detik ini. Tragedi Nakbah akan terus terjadi berjilid-jilid jika seluruh dunia tak sigap dan kuat untuk menghentikan dan menghakimi bangsa keji Israel sesegera mungkin.

Hampir 70 tahun, penduduk Palestina belum bisa kembali ke tanah air. Entah kapan akan bisa kembali, meskipun harapan untuk kembali selalu terpatri.

Sampai detik ini, Nakbah terus terulang kembali. Para penjajah keji terus mengejar penduduk sampai ke tempat pengungsian mereka di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Suriah. Mereka bahkan membunuh, menjarah, dan mengusir kembali ke tempat yang makin jauh dari tanah air. Mereka kembali terusir, dan mungkin akan terusir kembali.

Perang di Suriah telah mengusir mereka kembali. Parahnya, para pengungsi Palestina tidak diterima di negara-negara terdekat. Mereka hanya menerima pengungsi dari Suriah, bukan dari penduduk Palestina. Pengungsi Palestina di Iraq pun mengalami hal serupa. Mereka hanya diperbolehkan tinggal di perbatasan Iraq-Jordan yang hanya berupa padang pasir panas selama bertahun-tahun. Selanjutnya, mereka pun diungsikan ke negara di belahan dunia lain, seperti: Chili, Brazil, Argentina, Kanada, Eropa, Australia, Selandia Baru menggunakan perahu-perahu kecil.

Hampir 70 tahun, sejak tragedi Nakba dan pengusiran massal penduduk dari tanah airnya sendiri, jumlah pengungsi Palestina sudah meningkat sebanyak 6 kali. Demikian laporan dari Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS) yang diterbitkan hari Selasa lalu.

Tragedi menyakitkan tersebut telah mengusir sekitar 957.000 warga Palestina, mewakili 66 % dari total penduduk Palestina pada saat itu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan dua perkiraan jumlah pengungsi Palestina, yaitu laporan yang diterbitkan tahun 1949 sekitar 726.000 dan laporan yang diterbitkan pada tahun 1950 mencapai 957.000 pengungsi.

Laporan terbaru dari Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menunjukkan bahwa pada tahun 2016, hampir 70 tahun sejak tragedi Nakba, jumlah pengungsi Palestina meningkat mencapai 5,9 juta penduduk. Angka ini pun mewakili jumlah minimum sebenarnya.

Pengungsi Palestina di Tepi Barat yang terdata di UNRWA pada tahun 2016 sebesar 17% dari total pengungsi, pengungsi di Jalur Gaza sebesar 24,5%, pengungsi yang terdata di Yordania berkisar 39,1%, pengungsi yang terdata di Lebanon mencapai 8,8%, dan pengungsi yang terdata di Suriah mencapai 10,6%.

Sedangkan persentase populasi pengungsi Palestina pada tahun 2016 diperkirakan mencapai 41,5% dari total penduduk Palestina yang tinggal di Negara Bagian Palestina. Sebuah data mengindikasikan bahwa pengungsi di Tepi Barat telah mencapai 26,2%, sementara persentase pengungsi di Jalur Gaza mencapai 65,3%. (AL)

SHARE THIS: