Mengenal Generasi Millenial
Posted by Lestari on 9th July 2017
| 131 views

GenerasiAktualPress.com – Generasi millenial atau generasi Y setelah generasi X kini sedang ramai-ramainya disebut. Klasifikasi generasi millenial ditetapkan antara tahun 1980 an sampai 2000 an seperti saat ini. Tidak semua manusia menjadi bagian dari generasi millenial, karena ada pandangan dunia tertentu yang mereka usung.

Para peneliti dan penulis mengkaji persamaan dan perbedaan dengan generasi lainnya dan sebelumnya, agar dapat mengetahui detail alur kehidupan yang makin mengglobal beberapa dasawarsa akhir ini.

Para peneliti sosial menyatakan bahwa generasi millenial memiliki corak perbedaan yang sangat mencolok dengan generasi sebelumnya. Kita yang hidup dan berkembang di era generasi millenial ini harus memahami dan ikut terlibat dalam pandangan dunia yang lebih pasti, yang diusung oleh para millenial muda dunia.

Generasi millenial akan mengubah dunia dengan pasti, lebih dari generasi lainnya. Seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Gallup, generasi millenial akan terus mengganggu bagaimana dunia berkomunikasi, bagaimana membaca dan menulis, bagaimana berhubungan dengan manusia lain. Generasi millenial menggunakan perhotelan, ritel, perumahan, transportasi, dan hiburan. Mereka akan segera mengubah pendidikan tinggi secara radikal dan menyeluruh.

Tak hanya mengubah pendidikan tinggi, namun juga mengubah struktur sosial dunia. Mereka cenderung memutuskan untuk lebih lama menikah dan memiliki anak dibandingkan generasi lainnya. Mereka cenderung tidak begitu mengenal dengan generasi agama lain dan partai politik lain. Selain itu, mereka kurang begitu terikat dengan institusi dan tradisi. Generasi millenial menyukai pekerjaan-pekerjaan baru.

Mereka tidak bekerja hanya untuk sekedar mendapatkan gaji, namun lebih dari itu. Mereka membutuhkan sebuah tujuan tertentu. Bagi mereka, pekerjaan harus memiliki makna. Memang gaji juga penting, namun bukan menjadi supir lagi. Pekerjaan tidak hanya sekedar pekerjaan, melainkan kehidupan.

Generasi millenial tidak mengejar kepuasan kerja, namun lebih mengejar pada perkembangan. Sebagian besar generasi millenial tidak peduli dengan lonceng dan peluit yang banyak ditemukan di tempat kerja saat ini. Mereka lebih suka dengan kebebasan dan perkembangan.

Generasi millenial tidak menginginkan bos, namun lebih menginginkan pelatih. Peran bos yang lebih suka memerintah dan mengontrol tidak mereka sukai. Generasi millenial cenderung menyukai sang manajer yang bisa melatih mereka, bisa menghargai mereka, baik sebagai manusia maupun sebagai karyawan, dan bisa membantu mereka memahami dan membangun kekuatan diri.

Generasi millenial tidak menginginkan ulasan tahunan, namun menginginkan percakapan terus-menerus. Mereka terbiasa dengan komunikasi dan umpan balik yang langsung dan cepat, tanpa harus menunggu tahunan. Seperti halnya cara berkomunikasi mereka di sms, tweeter, skype, facebook, dan lainnya yang lebih real-time dan continous. (AL)

SHARE THIS: