Popok Bayi Cemari Sungai Surabaya
Posted by Lestari on 18th July 2017
| 42 views

tim-ecoton-yang-melakukan-evakuasi-sampah-popokAktualPress.com – Aktivis Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) menyerahkan 70 kg sampah popok bayi ke Pemerintahan Kota Surabaya pada Kamis (13/7) lalu. Mereka berharap agar limbah-limbah yang mencemari sungai ini segera ditindaklanjuti, tidak hanya dibiarkan saja secara berlarut-larut, sebelum air-air di sepanjang sungai Surabaya menjadi air bau yang tercemar kotoran manusia.

Selain memberikan sampah popok bayi yang mereka kumpulkan dari sepanjangan aliran sungai Surabaya, mereka pula memberikan surat kepada wali kota Surabaya, Tri Rismaharini, untuk segera menyusun forum komunikasi para pemangku masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai tersebut.

Kalau bisa, membentuk tim khusus pembersih sampah popok di sungai dan pemberian sanksi kepada masyarakat yang ketahuan membuangnya. Hal ini akan memberikan efek jera sekaligus pembelajaran bagi masyarakat lain agar tidak mengikuti para pencemar tersebut.

“Bu Risma harus berinisiatif mengumpulkan bupati-bupati dari Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto untuk menjelaskan bahwa sampah popok adalah masalah bersama,” ucap Prigi Arisandi, Direktur Ecoton.

Ecoton juga mendesak produsen popok untuk memberikan peringatan kepada para pembeli untuk tidak membuang bekas popok ke sungai.

“Perusahaan popok harus bertanggung jawab mengedukasi masyarakat. Memberi peringatan, tahapan-tahapan, jangan langsung buang ke sungai, tapi bersihkan dulu kotorannya.”

Sebelum ecoton menjumlah sekitar 2,5 kwintal sampah popok, ecoton menyebut 37 persen timbunan sampah di sungai adalah popok bayi. Persentase yang menempatkan sampah popok di peringkat dua limbah rumah tangga pencemar sungai, atau satu tingkat di bawah sampah plastik yang mencapai 43 persen.

Sampah popok berdampak buruk bagi ekosistem sungai, yang nantinya pun berefek bagi masyarakat karena konsumsi air dan kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari. Berdasarkan hasil penelitian, popok membutuhkan waktu terurai selama 400 tahun. Limbah ini seringkali dimakan ikan, plankton, dan maupun kerang. Zat-zat sisa seperti klorin, dioksin, dan ptalat pun ikut termakan dan menjadi faktor pengganggu hormon. Tentu jika manusia mengonsumsi ikan sungai, sangat berbahaya karena zat-zat kimia berbahaya terkandung di dalam ikan tersebut. (AL/Mongabay)

SHARE THIS: