Makna Di Balik Ritual Ngarot Indramayu
Posted by Lestari on 21st September 2017
| 112 views

AktualPress.com – Ritual ngarot di Desa Lelea Indramayu yang diadakan setiap setahun sekali, khususnya pada minggu ke-3 bulan Desember karena musim hujan memiliki makna khusus di baliknya. Ritual atau tradisi tersebut dimeriahkan oleh seluruh warga desa, khususnya kaum muda-mudi. Sebenarnya tidak hanya masyarakat lokal, tetapi pula masyarakat asing atau wisatawan.

Uniknya dari perayaan ritual tersebut adalah setiap peserta diwajibkan mengenakan pakaian khas yang menjadi simbol masyarakat agraris sebagai ciri khas Indonesia. Pemudi menggunakan busana kebaya berselendang, sedangkan pemuda menggunakan busana baju komboran dan celana gombrang berwarna hitam yang dilengkapi ikat kepala.

Simbol pakaian yang dikenakan memiliki makna bahwa masyarakat harus melestarikan pakaian adat petani yang menjadi ciri khas sebutan masyarakat Indonesia. Selendang yang dikenakan bersama kebaya memiliki makna bahwa seorang perempuan muda atau gadis harus selalu menjaga penampilan fisiknya agar terlihat cantik dan menarik. Kemudian ikat kepala yang dikenakan pemuda memiliki makna bahwa seorang pria harus mempu melindungi dan mengayomi keluarganya dan masyarakat.

Makna utama dari seluruh ritual ngarot adalah upaya untuk mengumpulkan pemuda dan pemudi yang akan diserahi tugas program pembangunan di bidang pertanian. Hal ini adalah pengingat kepada kaum pemuda-pemudi bahwa tidak lama lagi mereka akan turun ke sawah untuk mengolah sawah bersama-sama, gotong-royong saling bahu membahu secara sukarela. Selain itu, perayuan ritual tersebut pun berupaya untuk mengumpulkan para pemuda dan pemudi untuk saling mengenal agar dapat bekerjasama secara baik dalam masyarakat, terlebih jika ada salah satu yang kemudian memutuskan untuk menjalin hubungan keluarga secepatnya. (AL/tosupedia)

SHARE THIS: