Tradisi Kumkum Suku Dayak Indramayu
Posted by Lestari on 22nd September 2017
| 79 views

AktualPress.com – Suku Dayak tidak hanya ada di Kalimantan, tetapi juga Indramayu. Namun kedua suku dayak tersebut berbeda dan tidak memiliki hubungan sama sekali. Di Indramayu, suku dayak mendapat sebutan Suku Dayak Hindu Budha Segandu Losarang yang menempati perkampungan di Desa Krimun Kecamatan Losarang, Indramayu. Suku dayak tersebut memiliki ajaran dan gaya hidup yang unik, berbeda dengan suku-suku lain di Indonesia.

Sejarah berdirinya suku ini adalah karena kejenuhan dengan aturan dari pemerintah pada saat itu, yaitu sekitar tahun 1970. Suku tersebut dibentuk oleh Eran Ta’mad Diningrat Gusti Alam. Ia mulai sadar bahwa cara hidup kembali kepada alam adalah cara hidup terbaik. Ia menganggap alam adalah sesuatu yang sakral, sehingga tidak boleh diperlakukan seenaknya.

Ada satu tradisi yang sangat unik dari suku tersebut, yaitu tradisi kumkum. Tradisi berisi ritual perendaman tubuh di dalam air. Ritual ini berfungsi untuk melatih kesabaran manusia di dalam kehidupan ini, sebagaimana kesabaran orang yang berendam di dalam air yang dingin selama berjam-jam. Ritual kumkum dimulai dengan melakukan kidung di malam hari pada pukul 23.00 WIB. Selesai kidung, mereka jalan ke sungai kecil dekat kampung untuk merendamkan diri hingga pagi.

Selama kumkum, mereka hanya diperbolehkan memakai celana pendek bawahan berwarna hitam putih tanpa baju atasan. Selama 8 jam, mereka harus sabar menahan air dingin dan gigitan ikan-ikan kecil di dalam sungai. Ritual ini tidak akan mudah bisa dilakukan, butuh latihan perlahan-lahan, sebagaimana melatih kesabaran yang membutuhkan latihan perlahan-lahan. Selesai kumkum, ritual dilanjutkan dengan berjemur atau disebut mepe.

Ritual mepe dilakukan sampai celana dan badan mereka kering seperti sebelum ritual kumkum. Ritual mepe bertujuan untuk mengeringkan badan dan mendekatkan diri dengan alam tanah. Setelah selesai semua ritual, mereka akan merasakan aura menjadi manusia baru yang akan menjalani kehidupan yang lebih baik selama 8 bulan ke depan bersama keluarga, sebelum dilaksanakan lagi. (AL/tosupedia)

SHARE THIS: