Campuran Aspal dan Plastik Tetap Dilanjutkan Meski Ditentang
Posted by Lestari on 7th October 2017
| 26 views

AktualPress.com – Indonesia memiliki masalah dalam pengelolaan sampah plastik yang terus bertambah. Selain itu, pemusnahan atau pembakaran sampah plastik pun berbahaya bagi kesehatan, sehingga butuh teknik daur ulang lain untuk bisa mengurangi jumlah sampah plastik.

Salah satu yang kemudian dimunculkan adalah mencampur aspal dengan plastik untuk pembangunan jalan. Namun belakangan ini, karena efek buruk yang ditimbulkan, solusi tersebut ditentang oleh beberapa kalangan. Meskipun ditentang karena efek yang buruk, aspal campur plastik tetap dijalankan, dan bahkan akan merambat ke daerah lain seperti Jakarta dan Bekasi.

Awalnya, delegasi Kemenko Maritim yang dipimpin oleh Nani Hendriarti mengunjungi investor Plastic Tar Road (jalan raya plastik), Prof. R. Vasudevan di Thiagaraja College of Engineering India. Karena campuran 10 – 18% plastik tiap 1 liter tar dan 50 ton untuk tiap 1 km jalan, solusi atau proyek jalan raya plastik dapat menjadi opsi untuk mendaur ulang sampah plastik untuk mengurangi jumlahnya. Solusi ini pun dinilai ekonomis dan lebih tahan lama karena daya rekat aspal yang semakin kuat.

Nani Hendriarti, Asisten Deputi Pendayagunaan Iptek Kementerian Koordinator Bidang Maritim, mengatakan bahwa lokasi uji coba aspal campur plastik di ruas jalan dalam kompleks kantor rektorat Universitas Udayanan Jimbaran Badung Bali bukan jalan umum, sehingga beban jalan tidak berat. Setelah Bali, uji coba aspal campur plastik akan dilanjutkan di jalan lintas kecamatan di Cilincing Jakarta Utara dan di Bekasi. Jumlah kadar plastik yang dicampurkan antara 3 jalan tersebut juga berbeda-beda.

“Formula plastic tar road disesuaikan dengan kebutuhan jalan, kerentanan tanah. Fokus kekuatan atau stabilitas jalan,” ucap Nani.

Nani pun menanggapi tentangan aspal campur plastik yang menurut beberapa kalangan cukup beresiko. Ia dan tim ingin tetap melanjutkan solusi tersebut. Menurut Nani, plastik yang dipakai adalah plastik khusus, yaitu plastik kresek putih atau bening karena kualitasnya lebih bagus, sedangkan plastik yang berwarna hitam kualitasnya lebih buruk. Lalu uji laboratorium pun meyakini jalan aspal campur plastik ini tidak mengganggu lingkungan. Justru dengan campuran plastik akan bisa mengikat material lain sehingga tidak lepas jadi mikroplastik. Dan proses pemanasannya pun masih di ambang batas polusi udara.

“Mikroplastik tidak mungkin terikat dengan aspal,” ucapnya. Mikroplastik memiliki efek karsinogenik yang berbahaya bagi kesehatan karena menyebabkan kanker. (AL/Mongabay)

SHARE THIS: