El Nino Hasilkan Kadar CO2 Makin Tinggi, Bumi Pun Makin Panas
Posted by Lestari on 14th October 2017
| 38 views

AktualPress.com – Jumlah karbon dioksida (CO2) di atmosfer dunia kita cenderung mencapai 410 bagian per juta (ppm) tahun ini. CO2 yang diukur di Observatorium Atmosfer Basah Mauna Loa di Hawaii mencapai 405,1 ppm pada tahun 2016, jumlah ini meningkat 3 ppm dari tahun sebelumnya.

CO2 adalah gas rumah kaca yang paling menonjol, melimpah, dan terukur. Gas ini bertanggung jawab untuk menjaga agar dunia tetap cukup hangat bagi kehidupan, namun gas ini juga mampu membuat suasana terlalu hangat saat konsentrasinya menjadi sangat besar.

Meningkatnya pembakaran bahan bakar fosil sejak revolusi industri telah mendorong jumlah CO2 yang terjadi di atmosfer sampai pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, sebuah penelitian NASA yang baru memberikan bukti berbasis ruang bahwa daerah tropis bumi merupakan sumber kenaikan tahunan terbesar dalam konsentrasi karbon dioksida di atmosfer dalam waktu setidaknya 2.000 tahun.

El Nino pada tahun 2015-2016 adalah salah satu yang terbesar dan tercatat sebagai penyebab abnormal, namun diperkirakan panas dan kekeringan di daerah tropis Amerika Selatan, Afrika, dan Indonesia. “Ketiga wilayah tropis ini merilis 2,5 gigaton karbon lebih banyak ke atmosfer daripada yang mereka lakukan di tahun 2011,” ucap Junjie Liu dari Laboratorium Propulsi Jet NASA (JPL) di Pasadena, California.

NASA telah meluncurkan OCO-2 (Orbiting Carbon Observatory-2) pada tahun 2014. Peluncuran tersebut bermisi untuk mengukur global CO2 di atmosfer dengan resolusi, ketepatan, dan cakupan yang diperlukan untuk memetakan pergerakan dan konsentrasi CO2 di seluruh dunia.

OCO-2 mencatat peningkatan CO2 di atmosfer sebesar 50 persen lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya ketika tidak terjadi El Nino. Temuan tersebut menyiratkan bahwa jika iklim di masa depan membawa efek kekeringan yang lebih lama, maka akan lebih banyak karbon dioksida yang tertinggal di atmosfer sehingga mengakibatkan bumi lebih panas daripada sebelum-sebelumnya. (AL/Aljazeera)

SHARE THIS: