Punan Adiu, Masyarakat Yang Cinta Akan Hutannya
Posted by Lestari on 22nd October 2017
| 47 views

AktualPress.com – Punan Adiu adalah sebuah desa di Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Masyarakat Punan Adiu adalah mayoritas suku Dayak. Dilaporkan oleh Mongabay pada Sabtu (21/10), bahwa Punan Adiu adalah satu-satunya desa yang berhasil mempertahankan hutan adat warisan nenek moyangnya, meskipun jumlah Kepala Keluarganya tidak banyak, hanya sekitar 33 KK dari 109 jiwa.

Hutan sangat penting untuk kehidupan mereka. Mereka berburu dan menggantungkan diri pada bahan-bahan yang ada di dalam hutan adat mereka, tanpa sedikitpun mengandalkan makanan modern yang cenderung tidak sehat. Hasil hutan adalah bahan pangan mereka tanpa ada campuran kimiawi sedikitpun.

Selain berburu, mereka pun memancing dan berladang untuk memenuhi kebutuhan pangan dan ekonomi keluarga.

Uniknya, mereka memang tidak pernah sedikitpun menggunakan bahan pangan pada produk-produk instan yang dijual bebas di pasaran.  Hasil hutan adat mereka sudah mampu memenuhi semuanya.

Mereka melarang dan menolak keras perindustrian masuk ke hutan adat mereka. Mereka akan lawan dengan segala cara untuk terus menjaga kelestarian hutan adat yang kaya akan kearifan lokal tersebut.

“Kami punya 17 ribu hektar hutan alami yang tidak boleh disentuh industri. Di dalamnya adalah surga makanan yang tidak bisa didapat di tempat lain,” ucap Ursula, salah satu warga Desa Punan Adiu.

Lanjutnya, untuk tepung, mereka tidak menggunakan tapioka yang ada campurannya dan diolah secara modern, mereka lebih menggunakan singkong parut yang diendapkan untuk membuat berbagai jenis kue.

Untuk penyedap alami, mereka menggunakan daun kay yang lebih nikmat jika dicelupkan ke makanan, daripada penyedap instan yang dapat menimbulkan berbagai penyakit.

Untuk karbohidrat, ada umbu rotan, umbut aren, dan keladi yang dapat dimakan. Semua bahan makanan tersedia di dalam hutan adat mereka. Ini adalah hal baik yang patut dicontoh oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Menjaga hutan adat dapat meningkatkan nilai ekonomi hutan dan lingkungan, selain itu juga meningkatkan ekonomi keluarga di sekitarnya. Hasil hutan bisa menjadi sumber ekonomi berkelanjutan yang dapat berdampak positif pada masyarakat seluruhnya. (AL/Mongabay)

SHARE THIS: