Setelah Google, Kini Giliran Facebook Dan Twitter Dalam Sasaran DItjen Pajak
Posted by Aktual Press on 1st December 2017
| 157 views

 

(sindonews.net)

AktualPress.com—Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) mengaku pihaknya masih mengejar penyedia layanan digital (over the top/OTT) lainnya, seperti Facebook dan Twitter.

“Mereka sudah sepakat dan sudah on going (berlangsung), sekarang tahap finalisasi,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi, Kamis (30/11).

Menurut Ken, DJP Kemenkeu tidak membeda-bedakan tarif pajak terhadap masing-masing OTT, sehingga bila melihat Google akhirnya mau membayar pajak, maka tentu Facebook dan Twitter harus mengikuti aturan yang sama.

“Soal tarif sama, tarif Pajak Penghasilan (PPh) biasa normal, apakah perusahaan lain mengikuti? Ya iya dong,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv menjelaskan, OTT yang akan dikejar khususnya setelah Google, yakni Facebook.

“Pemeriksaan sedang berlangsung, Facebook itu nomor dua,” ujar Haniv.

Menurutnya, penghasilan yang diraih oleh OTT berasal dari iklan Indonesia. Lebih tepatnya, mereka menyediakan ruang bagi berbagai produk Indonesia.

Seperti diketahui, Google akhirnya telah membayar pajak PPh dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tahun 2015 hari ini yang dibayarkan langsung dari Amerika Serikat (AS).

Pembayaran ini dilakukan melalui enam billing. Sayang, Ken tidak menyebut jumlah tunggakan Google tahun 2015 tersebut. Hanya saja, ia menegaskan jumlah pembayaran dilakukan secara penuh dan tanpa ada negosiasi.

“Jumlah sesuai ketentuan, bukan lobi-lobi, sesuai data, tidak ada kompromi atau nego-nego,” pungkas Ken. (Zainab/cnnindonesia.com)

SHARE THIS: