Ini Respon Presiden Palestina tentang Rencana Pemindahan Kedubes AS
Posted by @Editor on 6th December 2017
| 11 views

Aktualpress.com—Pemerintah Palestina melaporkan, Presiden AS Donald Trump sudah memberitahu Presiden Palestina Mahmoud Abbas tentang rencana pemindahan kedubes AS untuk Israel dari  Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds.

Percakapan antar kedua kepala negara dilakukan lewat telepon pada Selasa (5/12/17).

Namun, tidak dijelaskan dalam pernyataan pemerintah Palestina itu apakah Trump berencana memindahkan kedubes secara langsung atau suatu saat di masa depan.

Sebagai respon, Abbas memperingatkan Trump atas “konsekuensi berbahaya atas keputusan seperti itu dalam proses perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan dan negara.”

“Presiden [Abbas] menegaskan posisi kuat kami dan bahwa tidak akan ada negara Palestina tanpa Yerusalem timur sebagai ibukota sesuai dengan resolusi hukum internasional dan prakarsa perdamaian Arab,” tambah pernyataan tersebut.

Abbas disebutkan “akan meneruskan komunikasi dengan pemimpin-pemimpin dunia untuk mencegah langkah yang tak dapat diterima itu…”

Sebelumnya, penasihat diplomatik Abbas, Majdi Khaldi, mengatakan bahwa pemerintah Palestina akan “memutus kontak” dengan Washington jika Trump mendeklarasikan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sedangkan pada Senin lalu, juru bicara Gedung Putih, Hogan Gidley, menegaskan bahwa Trump “sudah yakin dengan isu ini…: Ini bukan masalah apakah [akan terjadi], ini masalah kapan.”

Langkah Washington yang kontroversial ini telah mendapat banyak perlawanan dari berbagai negara dan badan  internasional, beberapa diantanya Turki dan Uni Eropa.

Sejak Trump dilantik sebagai presiden pada bulan Januari, Tel Aviv telah meningkatkan rencana ekspansi kekuasaan mereka di Yerusalem.

Israel mengklaim Yerusalem sebagai ibukota negara mereka, sementara orang Palestina menginginkan kawasan timur kota itu sebagai ibukota negara masa depan mereka.

Sejak menyampaikan janji-janji mengenai pemindahan kedubes di American Israeli Political Action Committee (AIPAC) pada tahun lalu, Trump terus diminta untuk menepati janjinya dan memulai langkah awal.

Dalam konferensi pers dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Februari, presiden ke-45 AS itu mengatakan rencana relokasi kedubes akan ia pertimbangkan dengan baik-baik.

“Anda tahu saya bukan orang yang suka melanggar janji.” ujarnya kepada sebuah media Israel.

Dalam sejarahnya, kota suci Yerusalem telah dihancurkan setidaknya dua kali, dikepung 23 kali, diserang 52 kali, dan direbut sebanyak 44 kali oleh rezim Israel. (ra/presstv)

 

SHARE THIS: