Studi: Populasi Miskin Inggris Meningkat Hingga 700.000
Posted by @Editor on 6th December 2017
| 12 views

Aktualpress.com—Yayasan sosial asal Inggris, Joseph Rowntree Foundation (JRF) mengungkapkan data yang mengejutkan tentang angka populasi miskin di Inggris. Selama 4 tahun terakhir, populasi miskin negara ini telah meningkat hingga 700.000 orang.

Menurut laporan yayasan ini, ada lebih banyak 400.000 anak dan 300.000 tahanan yang kini hidup dalam kemiskinan, dan membuat total rakyat miskin di Inggris berjumlah 14 juta orang.

Beberapa faktor atas terjadinya hal ini adalah karena naiknya harga rumah, harga makanan, dan semakin banyaknya orang yang tersangkut utang .

“Prospek penyelesaian kasus kemiskinan di Inggris sangat mengkhawatirkan. Meningkatnya lapangan kerja tidak lagi menurunkan angka kemiskinan. Perubahan manfaat dan kredit pajak untuk keluarga pekerja mengurangi pemasukan mereka yang punya pendapatan rendah,” tulis laporan tersebut.

Kepala UK Social Mobility Commission, Alan Milburn, dan tiga orang anggota komisi itu baru-baru ini memundurkan diri pada Sabtu (2/12/17) sebagai bentuk protes atas kegagalan pemerintah menciptakan “Inggris yang lebih adil.”

PM Inggris, Theresa May, pun berada di bawah tekanan besar untuk menyediakan rumah-rumah yang terjangkau untuk menghentikan pembekuan ekonomi selama 4 tahun ini.

“Angka-angka menghawatirkan ini memperlihatkan bahwa kita berada di titik balik dalam perang terhadap kemiskinan,” kata Campbell Robb, kepala eksekutif JRF.

“Selagi kita bersiap keluar dari Uni Eropa, kita harus memastikan bahwa negara kita dan ekonomi kita bekerja untuk semuanya dan tidak meninggalkan lebih banyak orang di belakang,” tambahnya.

 

Inggris Hadapi Masalah Ketimpangan Rasial

Pemerintah Inggris baru-baru ini mengeluarkan laporan mengenai kaum kulit hitam dan minoritas etnik yang cenderung menjadi pengangguran dan menjadi korban kejahatan. Hal ini memperlihatkan masalah ketimpangan rasial yang parah di Inggris.

Laporan ini dirilis pada Selasa (10/10/17) di situs pemerintah “Ethnicity Facts and Figures”. Dalam laporan ini juga disebutkan bahwa polisi tiga kali cenderung mencurigai orang Inggris non-putih.

Kaum minoritas juga lebih sering menjadi korban kejahatan dibandingkan orang kulit putih.  Berdasarkan data, 20 persen dari kaum minoritas menjadi korban selama 2016, dibandingkan dengan 15 persen dari kaum kulit putih.

Masalah lainnya mencakup pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan keadilan hukum antara kulit putih dan minoritas.

“Jumlah penangkapan yang tinggi antara kaum minoritas etnik memperlihatkan praktik diskriminasi oleh polisi,” kata Dr Zubaida Haque, associate di Runnymede Trust, dalam wawancara kepada The Independent. (ra/presstv)

 

SHARE THIS: