Diplomat AS Dilarang Melakukan Perjalanan ke Israel untuk Sementara
Posted by @Editor on 7th December 2017
| 6 views

Aktualpress.com—Kementerian Luar Negeri AS telah meminta diplomat dan penduduk Amerika untuk menunda perjalanan ke Israel, Yerusalem al-Quds dan Tepi Barat sampai 20 Desember mendatang. Hal itu dikarenakan banyaknya protes terhadap kebijakan Presiden Donald Trump untuk memindahkan kedubes AS ke Yerusalem.

Dalam sebuah pesan kemenlu AS yang dirilis pada Selasa (5/12/17), disebutkan bahwa semua pejabat AS dan keluarga “tidak diizinkan” melakukan perjalanan ke Yerusalem al-Quds dan Tepi Barat.

Kemenlu AS sebelumnya pernah memberikan larangan perjalanan ke Israel pada 11 April, karena adanya “kemungkinan kekerasan yang dapat terjadi tanpa peringatan.”

Pada Rabu kemarin, Trump resmi mengikrarkan kota Yerusalem al-Quds sebagai ibukota Israel, meski telah mendapat kecaman dari dunia bahwa langkah tersebut akan menimbulkan gejolak di Timur Tengah.

Kota Yerusalem al-Quds sebelumnya memang berada di bawah kontrol Israel, termasuk bagian timurnya yang terdapat situs suci bagi umat Muslim, yaitu masjid Al-Aqsa.

Sejak Trump dilantik sebagai presiden pada bulan Januari, Tel Aviv telah meningkatkan rencana ekspansi kekuasaan mereka di Yerusalem.

Israel mengklaim Yerusalem sebagai ibukota negara mereka, sementara orang Palestina menginginkan kawasan timur kota itu sebagai ibukota negara masa depan mereka.

Sejak menyampaikan janji-janji mengenai pemindahan kedubes di American Israeli Political Action Committee (AIPAC) pada tahun lalu, Trump terus diminta untuk menepati janjinya dan memulai langkah awal.

Dalam konferensi pers dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Februari, presiden ke-45 AS itu mengatakan rencana relokasi kedubes akan ia pertimbangkan dengan baik-baik. (ra/presstv)

SHARE THIS: