Ini Tantangan Perekonomian Tahun Depan
Posted by redaksi2 on 10th December 2017
| 93 views
Sumber: republika.co.id

AktualPress.com˗˗ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia menyampaikan ada beberapa tantangan ekonomi yang perlu diantisipasi pada tahun depan.

Direktur Pengawasan Bank OJK, Irnal Fiscallutfi dalam seminar Indonesia Risk Management Outlook 2018 di Hotel Fairmont Jakarta akhir pekan ini mengatakan, setidaknya ada tiga tantangan ekonomi yang akan dihadapi Indonesia pada 2018 mendatang.

Pertama, ketertinggalan infrastruktur. Indonesia, menurutnya, harus mengejar ketertinggalan infrastruktur untuk mendorong aktivitas ekonomi.

Irnal menilai, para pelaku sektor jasa keuangan diharapkan dapat berpartisipasi untuk menyalurkan pembiayaan kreditnya pada sektor infrastruktur nasional. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 diyakini akan lebih optimal.

Kedua, peningkatan kesejahteraan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengemukakan, angka kemiskinan pada Agustus 2017 meningkat menjadi 27,77 juta orang dari Agustus tahun 2016 yang mencapai 27,76 juta.

“Saat ini pihak perbankan telah berpartisipasi dalam gerakan peningkatan kesejahteraan melalui penyaluran bantuan sosial secara nontunai,” kata dia.

Ketiga, perkembangan digital. Para pelaku sektor jasa keuangan diharapkan dapat mengantisipasi perkembangan dan inovasi digital. Pasalnya, hal itu bisa memberikan dampak positif maupun dampak persaingan antarpelaku sektor jasa keuangan.

Selain itu, Direktur Departemen Kebijakan Makro Prudential BI, Retno Ponco Windarti mengatakan, keberlanjutan pemulihan ekonomi global juga masih cukup rentan karea adanya beberapa risiko yang datang dari Amerika Serikat terhadap kebijakan The Fed dan Donald Trump.

Retno menyampaikan, adanya tren kebijakan moneter yang diperketat di beberapa negara berisiko memengaruhi arah pergerakan likuiditas dunia. Resiko tersebut tidak hanya terkait pengetatan suku bunga The Fed, tetapi juga adanya ketidakpastian kebijakan AS, volatilitas harga minyak dan komoditas, serta isu geopolitik global.

Di samping itu, risiko laju pengetatan The Fed juga akan melahirkan permasalahan pada suku bunga AS yang dapat berimplikasi pada akumulasi kerentanan sistem keuangan global.

Hal itu terjadi karena kematian PER sudah terlalu tinggi dan kenaikan leverage perusahaan-perusahaan non keuangan yang diikuti oleh meningkatnya DSR. (Sihab/Republika)

 

SHARE THIS: