‘6.700 Rohingya Tewas Hanya Dalam Sebulan’
Posted by @Editor on 14th December 2017
| 28 views

Aktualpress.com–Badan bantuan medis internasional, Doctors Without Borders, melaporkan bahwa setidaknya ada 6.700 orang Muslim Rohingya terbunuh hanya dalam satu bulan sejak tanggal 25 Agustus 2017.

Laporan ini dikeluarkan oleh Doctors Without Borders atau yang dikenal dengan akronim berbahasa Prancis mereka, MSF, pada hari ini (14/12/17).

“Setidaknya terdapat 6.700 Rohingya, dalam perkiraan paling sederhana, telah tewas, termasuk setidaknya 730 anak-anak di bawah lima tahun,” sebut badan itu.

Menurut MSF angka tersebut didapatkan dari 6 survei dari 2.434 kamp pengungsi Rohingya.

“Kami bertemu dan bicara dengan korban selamat Rohingya, yang kini berlindung di kamp penuh sesak dan tidak sehat di Bangladesh,” kata direktur MSF, Sidney Wong.

“Apa yang kami temukan sangat mengejutkan, dari jumlah orang yang melaporkan anggota keluarganya meninggal akibat dari kejahatan, dan dari bagaimana mereka dibunuh atau dilukai dengan parah,” tambahnya.

Dari hasil penemuan mereka, luka tembak adalah sumber dari 69% kematian yang terjadi setelah militer Myanmar melancarkan “operasi pembersihan” di Rakhine.

Sembilan persen lainnya tewas karena terbakar di dalam rumah, sedangkan 5% dari pemukulan fatal.

Data yang dikeluarkan MSF ini berbeda dengan apa yang diakui oleh militer Myanmar. Militer menyatakan bahwa hanya 400 orang yang meninggal “operasi keamanan
itu.

PBB pada Selasa (17/10/17) melaporkan terdapat  582.000 pengungsi Rohingya yang lari dari Rakhine state ke Bangladesh sejak Agustus, dan ada ribuan lainnya yang terlntar di perbatasan negara.

Gelombang besar pengungsi ini telah menyebabkan tekanan yang besar bagi pemerintah Bangladesh dan sumber dana bantuan. Mereka menyebut krisis ini sebagai salah satu keadaan darurat kemanusiaan yang paling mendesak di dunia.

PBB pun mendesak pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk segera menghentikan tindak kejahatan dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas itu.

“Permohonan kami kepada Aung San Suu Kyi adalah agar secepatnya menghentikan kejahatan,” kata Direktur HAM PBB di wilayah Asia dan Pasifik, Jyoti Sanghera, pada Rabu (11/10/17).

Sanghera menyuarakan kekhawatirannya bahwa pengungsi  Rohingya yang lari ke Bangladesh mungkin akan “dipenjara atau ditangkap” ketika kembali ke Myanmar karena tidak memiliki status kewarganegaraan atau hak-hak sipil lainnya.

Sementara itu, Suu Kyi, yang pernah memenangkan penghargaan Nobel perdamaian, menolak melakukan tindakan apapun untuk mengakhiri kejahatan. (ra/presstv)

SHARE THIS: