Pekerja Industri Kawat Baja Terancam PHK
Posted by redaksi2 on 14th December 2017
| 147 views
Sumber: republika.co.id

AktualPress.com˗˗ Rencana penerapan bea masuk anti dumping (BMAD)  sedang diusulkan oleh Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) kepada Kementerian Perdagangan untuk produk kawat baja sebesar 10,2013,5 persen selama lima tahun dianggap akan mengancam pekerja di industri hilir baja terkena PHK.

Ketua Gabungan Industri Produk Kawat Baja Indonesia (Gipkabi) Ario Setiantoro mengatakan, kebijakan tersebut dapat membuat industri produk kawat baja lesu. Sebab, masih banyak bahan baku yang tidak bisa dipenuhi dari dalam negeri.

“Apalagi ini kebijakannya akan berlaku lima tahun. Ini sangat memberatkan dan bisa menyebabkan PHK,” ujar Ario, di Jakarta, Rabu (13/12).

Ario menuturkan, kebijakan BMAD secara otomatis bakal menyebabkan kenaikan biaya produksi sekitar tujuh persen. Dengan begitu, keuntungan yang bisa didapat perusahaan bakal mengalami penurunan.

Dia mengungkapkan, saat ini kebutuhan kawat baja mencapai 2,5 juta metric ton (MT) per tahun. Sedangkan, kapasitas produksi dalam negeri hanya sekitar 1,5 juta MT. Jadi, ada kekurangan pasokan 1 juta MT yang harus dipenuhi dengan cara impor.

“Kami butuh kawat baja untuk memenuhi kebutuhan industri otomotif dan juga infrastruktur,” tuturnya.

Menurut Ario, kebijakan BMAD itu bertentangan dengan semangat pemerintah yang sedang memacu pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, Wakil Ketua Gipkabi Sindu Prawira menyampaikan, industri kawat baja sudah cukup tertekan dengan adanya regulasi ketat, salah satunya adalah adanya Permendag No 82 Tahun 2016 tentang Impor Besi atau Baja, Baja Paduan, dan Produk Turunannya. Dengan peraturan tersebut, proses impor jadi semakin ketat.

Menurutnya, jika industri kawat baja semakin dibatasi, maka akan menghambat pertumbuhan. Apalagi, kata dia, ada kebutuhan produksi yang bahanya belum ada di Indonesia, seperti mata bor. (Sihab/Republika)

 

SHARE THIS: