Merawat Planet Bumi
Posted by Lestari on 24th December 2017
| 170 views

AktualPress.com – Bumi adalah salah satu planet dalam galaksi Bima Sakti. Bumi adalah tempat kita berpijak saat ini untuk meniti kehidupan. Bumi menyediakan Oksigen untuk kita hirup, menyediakan tumbuhan untuk kita makan, menyediakan barang tambang dan mineral untuk kita gunakan.

Bumi adalah planet hijau yang penuh kerindangan dan ketenangan, sehingga Tuhan memilih planet Bumi untuk menjadi tempat singgah manusia. Namun kini Bumi sedang mengalami krisis lingkungan. Krisis lingkungan Bumi adalah krisis kehidupan yang paling akut hari ini.

Krisis lingkungan Bumi akan mengancam peradaban dan kemanusiaan seluruhnya. Semakin hari krisis ini semakin parah. Polusi industri atau kimia setelah Perang Dunia II berlanjut hingga saat ini, pencemaran lingkungan tersebar dimana-mana, kelangkaan sumber daya, pemanasan global yang semakin merata, dan perubahan iklim yang tak tentu arahnya. Jika krisis ini terus dibiarkan, maka Bumi akan mencapai puncak fase krisis tertinggi yang disebut oleh Timothy Morton dengan kata hyperobjects. Pada fase ini, mala petaka akan mengancam peradaban manusia, kiamat akan segera terlaksana, dan bahkan terjadi praktek pemusnahan diri secara total.

Krisis lingkungan merupakan permasalahan global yang memerlukan perhatian banyak manusia. Beberapa sarjana khususnya mulai mencemaskan keadaan Bumi yang semakin terancam dengan krisis ini. bahkan, dalam Piagam Bumi (Earth Charter) yang dideklarasikan dunia, menyebutkan bahwa:

“Kita sekarang ini berada pada masa kritis dalam sejarah bumi, sebuah masa dimana manusia harus memilih masa depannya. Dunia sangatlah bergantung dan rapuh. Masa depan menggenggam bahaya besar dan janji yang besar. Sehingga kita bersama harus berjuang bertanggung jawab pada alam, kemanusiaan secara universal, keadilan, dan kedamaian. Untuk mencapai tujuan terhadap sesama penghui lainnya, terhadap komunitas kehidupan yang lebih luas, dan terhadap generasi mendatang.”

Dalam kondisi terpuruk seperti ini, manusia hanya sibuk mengejar dunia materi semata. Manusia hanya memperbanyak harta dunia sebanyak-banyaknya, tanpa berpikir keras untuk bertanggung jawab terhadap krisis yang sedang melanda. Manusia harus segera menyelesaikan krisis ini. manusia harus memiliki kesadaran ekologis guna menyelamatkan lingkungan demi keberlangsungan peradaban di planet Bumi. Sayangnya, banyak manusia yang diam dan tidak melakukan apa-apa. Sedikit sekali di antara mereka yang segera bertindak menyelesaikan persoalan ini. oleh karena itu, manusia membutuhkan visi baru untuk menyelamatkan masa depan peradaban manusia, tentunya dengan visi humanis dan ekologis.

Lalu bagaimana cara merawatnya? Rubah persepsi dan paradigma diri kita dalam memandang Bumi. Bumi adalah alam yang tidak seharusnya kita eksploitasi. Bumi memiliki unsur spiritualitas yang dapat merasakan dan merespon apapun yang kita lakukan terhadapnya. Ibarat manusia, jika kita menjahatinya, maka ia pun akan membalas kejahatan kita. Jika kita mengeksploitasinya tanpa wajar, maka ia pun akan memberontak dengan hadirnya krisis-krisis yang terus menghantam. Maka, berlakulah sewajaranya kepada Bumi. Hargai Bumi. Sayangi Bumi. Lindungi dan rawat Bumi.

Seluruh unsur di Bumi memiliki keterkaitan dan keterikatan antara satu dengan yang lainnya. Bumi memiliki prinsip interelasi dan interdependensi yang dimana seluruh unsur di Bumi memiliki hubungan dan saling membutuhkan. Ada sebuah harmonisasi seluruh unsur di Bumi. Jika satu unsur itu di rusak, maka akan mengancam kerusakan unsur-unsur lain. Seperti bunyi konsep Efek Kupu-Kupu (Butterfly Effect) yang merupakan bagian dari teori Chaos:

Kepakan sayap kupu-kupu di hutan Brazil secara teori dapat berdampak terhadap bencana Tornado di Texas beberapa bulan kemudian

Hal ini menunjukkan bahwa perbuatan atau tindakan kita di Bumi dapat mempengaruhi sistem kehidupan di Bumi, dapat mempengaruhi guncangan ekosistem di Bumi. Perbuatan atau tindakan kita sekecil apapun dapat menyebabkan konsekuensi yang besar, seperti bola yang berada di ujung bukit, jika disentuh sedikit saja maka bola akan jatuh ke dalam jurang atau lembah.

Tindakan kita sekecil apapun di Bumi akan mempengaruhi ekosistem Bumi. Misalnya, membuang sedikit sampah sembarangan di jalan atau sungai akan menyebabkan banjir dan tanah longsor beberapa bulan kemudian. Tanpa kita sadari bahwa penyebab bencana itu adalah tindakan sembarangan kita. Menebang pohon liar dapat menyebabkan krisis pemanasan global dan perubahan iklim beberapa bulan kemudian tanpa kita sadari.

Sadari betul tindakan kita di Bumi. Hargailah Bumi sebagaimana Bumi menghargai kita, Bumi menyediakan kebutuhan kehidupan kita. Perlakukanlah Bumi seperti kita memperlakukan diri kita sendiri. (AL)

SHARE THIS: