Hendak Adukan KODIM 0506 ke KSAD, Warga Dadap dihadang Tentara di Gambir
Posted by @Redaksi on 28th December 2017
| 918 views

AktualPress.com – Tak terlintas sedikit pun dalam benak Lisnawati, warga Kampung Dadap, Kecamatan Kosambi, Tangerang, niat mereka untuk mengadukan intimidasi pasukan Kepala Komando Distrik Militer 0506 pada warga Dadap ke Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI AD dihalang-halangi oleh aparat.

Sudah seminggu ini, warga Kampung Dadap merasa resah karena belasan tentara Babinsa TNI AD bersenjata lengkap berjaga-jaga di ruko tak berpenghuni, bahkan mendirikan tenda. Mereka menyebutkan sedang menjalankan program ‘Karya Bakti Kodim 0506/Tangerang yang bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Tangerang membangun rusun dan tanggul air. Meski lokasi sendiri, terlihat aparat sama sekali tak ikut bekerja dan hanya duduk-duduk saja di tenda.

Warga yang merasa terintimidasi sebelumnya sudah melaporkan hal ini ke Komnas HAM, namun karena tanpa hasil, warga pun melapor ke Mabes TNI. Warga tiba di kantor LBH Jakarta sekitar pukul 10 pagi. Warga Kampung Dadap awalnya semua hendak langsung menuju Mabes TNI dan POM AD, namun oleh Kasat Intel Polres Metro Tangerang, AKBP Danu Wiyata Subroto, dipertanyakan izinnya. AKBP Danu ini pernah terkena kasus menampar buruh perempuan di Tangerang saat aksi buruh.

“Kami bilang ini bukan aksi. Dan tak ada aturan minta izin karena ini pengaduan, bukan aksi,” ujar Tigor Hutapea dari KIARA yang mewakili warga.

Setelah melalui debat a lot, oleh Kasi Intel Korem 052 WKR Tangerang, Mayor Inf Bangun Siregar, warga dibujuk agar tidak semuanya datang. Warga pun setuju dan sepakat mewakilkan pada enam orang wakil mereka, Sujai, Aziz, Waisul, Edi, Kumis, dan Lisnawati.

Sekitar pukul 11.30 WIB mereka berangkat satu mobil dengan Bangun menyusul Nelson Simomura dari LBH Jakarta dan Tigor Hutapea dari KIARA yang sudah terlebih dulu tiba menunggu di KSAD. Di dalam mobil, kepada warga, Bangun mengajak warga untuk makan siang, tidak langsung ke Mabes TNI, namun ditolak oleh warga. Lisnawati, menuturkan, Bangun berharap warga tidak melaporkan karena bisa ‘mencederai nama TNI’. Namun warga tetap berkeras hendak mengadukan hal ini.

Di tengah jalan, mendekati pukul 12 siang, di pertigaan bawah jembatan kereta api Stasiun Gambir, tiba-tiba mobil dihadang oleh aparat Kepolisian dan TNI AD. “Mobil kami dikelilingi kiri, kanan, depan dan belakang oleh aparat. Kami disuruh turun dari mobil, dilarang langsung ke Mabes (TNI),” ujar Lisnawati, Selasa 28 Desember.

Kepada perwakilan warga, aparat mengatakan untuk mengadu ke Mabes harus ada izinnya terlebih dahulu, tidak bisa bertemu langsung. Polsek Gambir juga menyebutkan bahwa tak ada yang akan menerima di KSAD jika mereka datang. “Padahal kami sudah di sini, dan kami sudah dipersilahkan masuk,” ujar Tigor Hutapea, yang sudah lebih dulu di KSAD.

Hal ini tak ayal membuat warga kecewa. “Kami ingin mengadu, malah dibelokin, dihadang, ditawarin makan. Hilang kepercayaan saya pada aparat,” ujar Lisnawati.

Setelah beberapa saat sempat bersitegang dan dijanjikan tentara yang mengawal proyek di Kampung Dadap ditarik dan warga akan ditemui Komandan Danrem Tangerang, akhirnya warga setuju dan kembali ke kantor LBH Jakarta.

Intel Korem 052 Wijayakrama, Mayor Inf Bangun Siregar

Mayor Infanteri Bangun menyebutkan bahwa secara prosedural, pelaporan harus melalui Danrem dulu, baru ke Dandim. “Bukan menghambat, tapi kami sampaikan ini prosedurnya.”

Saat ditanya mengenai keberadaan tentara bersenjata lengkap di Kampung Dadap, Mayor Bangun menyebutkan mereka kemungkinan hanya pasukan patroli saja. Tidak tinggal berjaga dan tinggal di sana. Namun saat dikonfirmasi bahwa mereka sudah seminggu lebih mendirikan tenda di sana, Bangun menyebutkan ia tidak tahu. “Ya, kalau ada yang salah ya dimediasi,” ujarnya.

Nelson Simomura dari LBH Jakarta menyebutkan alasan Mayor Bangun bahwa pengaduan harus dari Danrem dulu baru ke Dandim sama tidak memiliki dasar. “Tak ada aturan soal itu. Mengadu ya mengadu saja,” ujar Nelson. “Itu hak masyarakat, tak boleh dihalang-halangi.”

Penghadangan untuk menghalangi pengaduan atas tindakan anggota Kodim 0506 Tangerang yang meresahkan warga Kampung Dadap ini menurut Tigor merupakan bentuk pembatasan hak yang sangat nyata. “Ini sudah kuno banget, era sekarang kok masih menggunakan cara-cara menghadang warga terkait pengaduan?”

Dalam pertemuan di gedung LBH Jakarta usai pelarangan mengadu ke KSAD, Pas Intel Kodim Pusat, Mayor Eko Pramono dan Kasi Intel Korem 052 KWR Tangerang, Mayor Infanteri Bangun Siregar menjamin kepada warga tentara yang berjaga di Kampung Dadap akan ditarik. Namun hingga kini belum terkonfimasi apakah tentara sudah ditarik. (Joko)

SHARE THIS: