Berislam Secara Santun ala K.H Ahmad Dahlan (2)
Posted by Lestari on 17th January 2018
| 145 views

AktualPress.com – Seperti yang tertera di dalam karya-karya tafsir bahwa surah al-Ma’un merupakan surah dalam al-Qur’an yang menekankan umat Islam agar senantiasa mengiringi ibadah-ibadah ritualnya dengan ibadah sosial, seperti memuliakan anak Yatim dan orang Miskin. Seolah-olah ayat ini ingin mengatakan bahwa ibadah seseorang, baik itu shalat, puasa, haji, dan ibadah-badah lainnya itu tak akan bermakna jika tidak diiringi dengan ibadah sosial berupa perbuatan yang baik terhadap sesama.

Tak cukup dengan mengajarkan belas kasih terhadap sesama, Kiai Dahlan juga merupakan tokoh yang toleran. Meski terdidik sebagai seorang santri, Kiai Dahlan tidak canggung untuk bergaul dengan tokoh-tokoh Budi Utomo di Yogyakarta, yang kebanyakan berasal dari golongan priyayi yang cenderung abangan. Terbukti ketika beliau hendak mendirikan sekolah Muhammadiyah di Karangkajen, tokoh-tokoh Budi Utomo itulah yang membantu beliau, baik itu berupa uang atau pun jaminan diri agar boleh mengajukan pinjaman ke bank.

Demikian pun cara beliau mendakwahkan ajaran-ajarannya, tak pernah dihiasi oleh kekerasan. Bahkan beliaulah yang seringkali menjadi objek kekerasan dari masyarakat sekitar yang tidak suka dengan pembaharuan yang dibawanya. Pernah suatu ketika, mushala tempat beliau biasa melangsungkan pengajian, dibongkar dan dibakar habis oleh warga sekitar. Tapi, yang beliau lakukan bukanlah melawan, apalagi membalas dengan kekerasan. Meski beliau mampu untuk melakukan itu—sebab pengikut beliau berasal dari kalangan muda dan jumlahnya pun cukup untuk menciptakan terjadinya bentrokan—tetapi hal itu tidak dilakukannya. Sebab, pukulan tak harus dibalas dengan pukulan, tutur kata yang baik dan santun bisa jadi akan memberikan dampak yang jauh lebih ampuh.

Demikianlah teladan yang dicontohkan oleh Kiai Dahlan untuk generasi masa depan Muhammadiyah dan untuk umat Muslim Indonesia. Sebab, Kiai Dahlan bukan saja milik satu golongan tertentu, tetapi ia adalah bagian dari teladan yang diturunkan oleh-Nya kepada umat Muslim Indonesia agar selalu berada dalam barisan Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin. (AL/AM)

SHARE THIS: