Menjadi Peneliti Karena Panggilan Jiwa
Posted by Lestari on 2nd February 2018
| 253 views

AktualPress.com – Melakukan penelitian umumnya dipicu oleh beberapa faktor. Faktor yang paling umum sekali adalah sebagai syarat untuk mendapatkan gelar sarjana. Seorang akademisi yang menempuh pendidikan sejak strata 1, diwajibkan untuk melakukan penelitian dalam bidang dan konsentrasi masing-masing. Penelitiannya bisa dilakukan dalam bentuk penelitian pustaka atau pun lapangan. Kedua bentuk penelitian ini, baik itu pustaka atau pun lapangan, bernilai sama.

Penelitian lapangan tidak bisa disebut lebih unggul dari penelitian pustaka, begitu pun sebaliknya. Masing-masing penelitian ini berguna dalam konteksnya masing-masing. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa sebuah penelitian dilakukan dengan menggali sumber-sumber pustaka (buku-buku), sekaligus menggali data-data dilapangan. Saya lebih setuju dengan model penelitian yang seperti ini. Sebab, sebuah penelitian semestinya dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian, tanpa harus terikat dengan penggolongan lapangan atau kepustakaan.

Setiap mahasiswa, tidak akan dinyatakan lulus apabila yang bersangkutan belum menyelesaikan penelitiannya. Hal yang sama berlaku mulai dari jenjang strata 1, penelitiannya bernama Skripsi; strata 2, penelitiannya bernama Thesis; dan strata 3, penelitiannya disebut sebagai penelitian desertasi. Perbedaan tiga penelitian itu didasarkan atas kualitasnya.

Penelitian skripsi biasanya dilakukan dengan penggambaran suatu gagasan atau ide. Meski terdapat analisa, tetapi itu tidak sedalam penelitian thesis atau pun desertasi. Penelitian thesis, tak hanya disertai dengan deskripsi yang pantas, juga dilengkapi dengan analisa yang tajam dan mendalam. Sementara itu, penelitian desertasi biasanya dilakukan secara mendalam dengan analisa yang lebih tajam dari pada penelitian thesis. Bahkan, literatur yang digunakan pun harus literatur primer. Penggambaran tiga tingkatan penelitian ini tidak mengikat, tergantung pada standar universitas tempat peserta didik menimba ilmu.

Tapi apakah penelitian akan berhenti setelah seorang pelajar mendapatkan gelar doktor? Iya, jika pelajar tersebut menuntut ilmu hanya untuk gelar, dan setelah itu mencari uang. Tetapi, mereka yang memiliki semangat penelitian di dalam jiwanya pasti akan berkata tidak. Mungkin saja, salah satu jawaban mereka adalah penelitian skripsi, thesis, atau pun desertasi hanyalah proses pelatihan untuk menjadi terbiasa dan ahli sebagai seorang peneliti. Oleh karenanya, mereka berpandangan bahwa memperoleh gelar doktor merupakan awal untuk memasuki dunia penelitian.

Menjadi peneliti tak selamanya bernasib mujur dan hidup berlimpah harta. Seringkali, keinginan menjadi peneliti diuji dengan tawaran kedudukan dan jabatan yang tentunya menggiurkan. Banyak sekali peneliti-peneliti yang mundur dari dunia penelitian karena menduduki jabatan-jabatan tertentu, seperti Menteri, Dirjen Pendidikan, dan yang lainnya. Jabatan-jabatan tersebut, meski masih terkait dengan urusan-urusan pendidikan, tetapi telah merenggut prioritas mereka yang sebelumnya meluangkan banyak waktu untuk meneliti (mengungkap hal baru), menjadi sibuk mengurusi persoalan-persoalan sistem dan birokrasi.

Memang, hasil penelitian tak selamanya mendatangkan harta dan membuat seorang peneliti hidup dengan kemewahan. Beruntung jika hasil sebuah penelitian diapresiasi orang lain secara luas. Tetapi jika tidak, hasil penelitian tidak akan memberikan keuntungan materi yang banyak bagi penelitinya. (AL/AM)

SHARE THIS: