Mengenal Bibit Padi Sertani Untuk Kedaulatan Pangan
Posted by Lestari on 4th February 2018
| 821 views

AktualPress.com – Bibit padi Sertani adalah salah satu bibit padi unggul temuan seorang peneliti tanaman di Lampung Tengah, bernama Surono Danu. Nama Sertani sendiri disingkat dari Serikat Tani Indonesia. Sebuah nama yang begitu dekat dengan budaya rakyat Indonesia, sebab ditemukan langsung oleh seorang anak bangsa. Surono adalah seorang peneliti tanaman yang sangat peduli dengan kemelaratan Bangsa Indonesia. Penelitiannya ini didasarkan atas motivasi agar Indonesia, suatu saat, bisa menjadi negara yang berdaulat dalam hal pangan.

Bibit padi Sertani temuan Surono ini adalah bibit padi yang unggul dibandingkan dengan bibit-bibit padi lainnya. Benih Sertani bisa tumbuh dalam berbagai perubahan cuaca dan kondisi tanah. Dalam kondisi tanah kering, atau pun tergenang, padi Sertani akan tetap hidup dan bisa menghasilkan gabah yang maksimal. Tak hanya tahan pada perubahan cuaca, padi Sertani juga kebal terhadap berbagai jenis penyakit. Surono sendiri, sebagai penemu bibit padi unggulan ini, telah menguji coba ketahanan jenis padi Sertani dari berbagai penyakit. Ia sengaja menanam beberapa pot padi Sertani di rumahnya dan diberikan penyakit terus menerus. “Setiap kembali sehat, saya berikan penyakit lagi,” ungkap Surono. Meski padi hasil uji coba Surono ini tidak tumbuh secara maksimal, tetapi daya tahan padi ini untuk tumbuh dan menghasilkan gabah begitu tinggi. Walaupun telah diberikan aneka penyakit oleh Surono, padi Sertani yang ia uji coba itu masih tetap bisa menghasilkan biji padi. Padi Sertani juga tahan dari gigitan hama, seperti tikus. Batang padi yang digigit tikus, secara otomatis akan memulihkan dirinya dalam kurun waktu 24 jam.

Keistimewaan padi Sertani tak berhenti sampai di situ saja. Jenis bibit padi ini juga mampu menghasilkan padi bahkan hingga tiga kali lipat dari benih padi pada umumnya. Benih padi lain, perhektar biasa menghasilkan padi empat hingga lima ton. Tapi padi Sertani, dengan luas tanah yang sama, bisa menghasilkan 11 hingga 15 ton.

Hadirnya bibit padi Sertani seolah menjadi angin segar bagi dunia pertanian dan krisis pangan di Indonesia. Indonesia tercatat sebagai negara pengimpor beras dari negara-negara lain. Tak hanya beras, bahkan bibit pun masih impor dari negara tetangga. Meski skala impor tersebut telah menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2007-2014 misalnya, pemerintah Indonesia mengimpor sebanyak 3.888 ton bibit padi pertahun. Sementara itu, pada tahun 2015-2016, impor sudah mengalami penurunan menjadi 1.000-1.500 ton pertahun. Walaupun jumlah impor telah berkurang, tapi Indonesia masih belum mencapai titik berdaulat atas pangan. Indonesia masih tergantung pada bibit dan pangan kiriman dari luar negeri.

Lahirnya bibit padi Sertani dari tangan Surono Danu adalah solusi untuk kedaulatan pangan di Indonesia. Hasil Sertani yang melimpah, mampu mengatasi persoalan pengikisan lahan pertanian di negeri ini. Sebab, ini adalah bibit yang mampu menghasilkan padi tiga kali lipat dari jenis bibit lainnya. Jika pemerintah memang benar-benar ingin mendaulatkan Indonesia dari sisi pangan, maka sudah saatnya penyebaran bibit Sertani dilakukan semassif mungkin serta disosialisasikan ke seluruh penjuru negeri melalui bantuan kementerian terkait. Tetapi jika  tidak, berarti jargon Indonesia menuju kedaulatan pangan hanya sekadar pemanis politik, yang ramai dimulut tapi sepi di tangan, alias tidak dijalankan. (AL/AM)

SHARE THIS: