Rusia Peringatkan Eskalasi Berbahaya Setelah Serangan Udara Israel di Suriah
Posted by Lestari on 12th February 2018
| 59 views

AktualPress.com – Seorang pejabat senior Rusia telah memperingatkan agar tidak terjadi eskalasi di Timur Tengah setelah Israel melakukan serangan udara di Suriah dengan menembakkan salah satu pesawat -16 untuk pertama kalinya.

Wakil Menteri Luar Negeri Mikhail Bogdanov juga mengatakan bahwa pada hari Senin, Rusia beserta Turki dan Iran telah membahas kemungkinan pertemuan para menteri luar negeri mereka di Suriah, tepatnya diadakan di Astana Kazakhstan pada bulan Maret nanti.

“Kami meminta semua orang untuk bersikap tenang, untuk mencegah eskalasi sangat berbahaya di negara-negara kawasan ini,” ucap Bogdanov.

Setelah serangan udara Israrl, Presiden Vladimir Putin pada hari Sabtu (10/2) lalu meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui telepon untuk menghindari tindakan dan serangan yang dapat menyebabkan babak baru yang berbahaya bagi wilayah ini.

Pengumuman resmi Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan telah keberatan dengan pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah serta mengabaikan klaim Tel Aviv yang menyatakan bahwa pesawat tak berawak Iran masuk ke wilayah udara Israel, sehingga mereka bisa menanggapi atau membalas.

Israel mengklaim bahwa ia telah mengebom sebuah pos yang dikendalikan oleh Iran di dekat T-4.

Bogdanov mengatakan bahwa Rusia tidak memiliki informasi tentang Iran yang memiliki sebuah pangkalan militer di dekat Palmyra.

Sebelumnya Israel merilis sebuah rekaman yang diduga menunjukkan sebuah helikopter penyerang Israel telah berhasil menurunkan pesawat tak berawal Iran sehingga kemudian diikuti dengan serangan udara di Suriah.

Sementara itu, Teheran menolak tuduhan tersebut sebagai sesuatu yang konyol. Kemudian Damaskus menyatakan bahwa tentara Suriah telah meluncurkan pesawat tak berawak tersebut untuk melacak teroris Daesh saat sebuah helikopter Israel melanggar wilayah udara dan menembaknya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi mengatakan pada hari Sabtu lalu bahwa Iran hanya memiliki penasehat di Suriah, bukan pangkalan militer. (AL/Press TV)

SHARE THIS: