Siswa Sekolah Florida Perjuangkan Reformasi Kebijakan Senjata Api
Posted by @Editor on 21st February 2018
| 81 views

Aktualpress.com–Sekitar seratus siswa dan orangtua dari sekolah Florida yang menjadi target penembakan massal yang mematikan pada minggu lalu, melakukan demo untuk menuntut kebijakan pemerintah yang lebih ketat terkait penggunaan senjata api.

Sekelompok siswa dan orangtua mereka ini melakukan perjalanan bersama-sama ke Tallahassee, di mana mereka membeberkan daftar tuntutan untuk pemerintah, termasuk diantaranya pelarangan senapan dan pemeriksaan latar belakang yang universal bagi para pengguna senjata.

“Kami di sini untuk memastikan ini [penembakan massal] tidak pernah terjadi lagi,” kata seorang siswa senior bernama Diego Pfeiffer di depan kumpulan peserta aksi.

“Kami tidak akan berhenti sampai sesuatu berubah. Kami tidak akan berhenti sampai suara kami didengar…” kata Emma Stravitz, seorang siswa baru berumur 14 tahun.

“Saya sudah diberitahu ini [perubahan kebijakan senjata] akan sulit, bahwa ini akan menjadi jalan yang panjang. Kami tidak akan pergi sampai sesuatu terjadi,” tambah Stravitz.

Sementara seorang siswa senior lain bernama Tyra Hemans, menegaskan bahwa ia “tidak akan kembali ke sekolah sampai presiden dan para pejabat mengubah kebijakan,”

Dalam tragedi penembakan massal di sekolah itu, 14 siswa dan tiga guru tewas, sementara 15 lainnya terluka.

Pembunuhan massal di Sekolah Marjory Stoneman Douglas, Parkland, telah memicu perdebatan nasional Amerika mengenai kebutuhan untuk mereformasi hukum senjata api.

Sebuah data dari Arsip Kekerasan Senjata Api menunjukkan bahwa kasus penembakan di Sekolah Menengah Atas Marjory Stoneman Douglas adalah penembakkan massal sekolah ke-18  sejak awal 2018. Hal ini menunjukkan, penembakan sekolah di AS terjadi setiap 60 jam sekali.

Arsip Kekerasan Senjata Api merupakan badan non-profit yang mendata kasus-kasus kejahatan yang berhubungan dengan senjata api.

Menurut informasi di website mereka, sebanyak 69 siswa antara umur 1-11 tahun dan 333 siswa remaja (12-17 tahun) terbunuh akibat penembakan massal sejak Januari lalu.

Sebuah penelitian dari Harvard School of Public Health, Universitas Colorado dan Universitas Northeastern menemukan bahwa terdapat sekitar tiga juga warga AS yang membawa pistol tangan setiap hari. Sementara 9 juta orang membawanya setidaknya sebulan sekali. Di semua kawasan di AS, hukum negara tentang pembawaan pistol secara genal menjadi semakin kurang restriktif selama 30 tahun terakhir. (ra/presstv)

SHARE THIS: