Indeks Infrastruktur Indonesia Naik, Tapi Penyerapan Tenaga Kerja Belum Produktif
Posted by redaksi2 on 22nd February 2018
| 121 views
Sumber: Sindonews

AktualPress.com— Indeks daya saing infrastruktur Indonesia naik 10 tingkat dari urutan 62 pada periode 2015-2016 menjadi urutan 52 pada periode 2017-2018. Naiknya indeks ini disebut-sebut dapat mengerek daya saing Indonesia ditingkat dunia dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, naiknya peringkat indeks daya saing infrastruktur Indonesia ini menggambarkan Indonesia ‎merupakan negara yang menarik untuk berinvestasi. Hal ini penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

“Meski investasi dilakukan oleh pemerintah itu bukan berarti kita membuang uang. Tapi investor kan mengharapkan return. Pemerintah beda dengan korporasi. Saat pemerintah melalukan investasi, returnyang diharapkan adalah ekonomi dan sosial return yang jauh lebih besar,” kata Sri Mulyani.

Menurut anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Johnny Darmawan, pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah akan jadi modal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab, salah satu faktor yang membuat ekonomi tidak jalan karena infrastruktur tidak memadai.

Meski demikian, menurut Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), pembangunan infrastruktur masih belum produktif dari sisi lapangan kerja. Padahal, pembukaan lapangan kerja merupakan tujuan jangka pendek dari proyek infrastruktur.

“Pertambahan lapangan kerja dari sektor konstruksi itu minus,” kata peneliti Indef Andry Satio Nugroho di Kantor Indef, Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Selasa (20/2).

Dengan pembangunan infrastruktur yang masif, selama tiga tahun periode pemerintahan Jokowi-JK (2015-2017), penduduk yang bekerja bertambah sebanyak 134,6 ribu orang. Adapun rasio penciptaan kerja berada di angka 20,472 per satu persen pertumbuhan ekonomi.

Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode tiga tahun pertama SBY-Boediono (2010-2012). Di era SBY-Boediono, tenaga kerja bertambah sebanyak 483,6 ribu orang. Sedangkan, rasio penciptaan kerja menyentuh angka 63,072 penduduk per satu persen pertumbuhan.

Andry menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang masif dilakukan masi belum mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, faktor terbesarnya adalah sektor konstruksi yang saat ini telah menjadi sektor padat modal. (Sihab/Liputan6/Metrotvnews)

 

SHARE THIS: