Polisi Inggris Waspadai Penyebaran Surat Permintaan untuk Serang Muslim
Posted by @Editor on 11th March 2018
| 73 views

Aktualpress.com—Polisi di Inggris melancarkan investigasi kejahatan kebencian setelah sejumlah warga menerima surat yang meminta mereka menyerang kaum Muslim.

Polisi di kawasan Yorkshire barat melaporkan telah menerima 6 laporan penerimaan surat yang bertuliskan “Hukum seorang Muslim pada 3 April 2018”. Begitu pula dengan polisi London dan Birmingham.

Seorang pejabat di kota Bradford yang juga menerima surat itu, mengaku sangat “ketakutan” ketika membaca isinya.

“Saya pikir ini dikirim oleh sekelompok orang dengan tujuan memicu kebencian rasial,” kata pejabat itu kepada The Telegraph.

“Kekhawatiran saya adalah [surat] ini diterima oleh orang-orang marah di Bradford yang hanya butuh dorongan untuk beraksi. Beberapa orang mungkin melihat ini sebagai lelucon. Saya tidak.”

Surat ini menawarkan “penghargaan” kepada siapa saja yang melakukan kekerasan kepada Muslim, dari serangan verbal sampai membakar atau mengebom masjid.

Di dalam surat ini, disebutkan sistem penilaian dengan poin. Jika “berhasil” menarik kerudung seorang wanita Muslim, poin yang ditawarkan adalah 25. Sementara poin 2.500 ditawarkan untuk yang bisa “mengebom Mekkah.”

Sebagai tambahan, surat ini mengajak orang-orang untuk “menyiksa” dan “membantai” Muslim di hari kejahatan Islamophobia pada 3 April mendatang.

Polisi metropolitan London telah mengumpulkan lebih dari 1.200 kasus kejahatan kebencian kepada Muslim sejak April 2016 sampai Maret 2017. Data ini menunjukkan lonjakan nyata kasus Islamophobia di negara Ratu Elizabeth itu.

 

Israel Rancang 9/11 untuk Sebarkan Islamophobia

Serangan  11 September 2001 merupakan bagian dari proyek  Islamophobia yang dirancang oleh Israel. Proyek ini dibuat dalam rangka menggantikan komunisme dengan “terorisme Islam” sebagai ancaman global baru yang dapat melancarkan agenda Tel Aviv dan sekutunya.

Pernyataan di atas diucapkan oleh Kevin Barrett, seorang analis politik asal Madison, Wisconsin, AS, dalam wawancara dengan Press TV mengenai ancaman terhadap Muslim AS di bawah pemerintahan Donald Trump.

Sebelumnya, sebuah studi dari The Pew menunjukkan bahwa hampir tiga perempat Muslim AS melihat Trump tidak bersahabat dengan mereka.

65% Muslim seperti wanita berhijab melaporkan pernah mendapat perilaku diskriminasi, ancaman, atau dipanggil dengan sebutan menghina.

“Trump masuk ke Gedung Putih di atas gelombang Islamophobia yang ia besarkan,” kata Barrett. “Islamophobia seperti ini telah menjadi basis kohesi politik Amerika sejak serangan 11 September 2001.”

Barret manilai bahwa sekutu terbesar AS, Israel, telah merancang kejadian 9/11 dan membuat itu sebagai alasan menggantikan komunisme dengan terorisme Islam sebagai “musuh masyarakat terbesar selanjutnya.”

Israel menurutnya adalah “penerima manfaat terbesar” dari tren Islamophobia.

Selain itu, Barret juga mengatakan bahwa Trump, meski dia tidak tahu menahu tentang hubungan internasional, namun dia punya “intuisi kuat” dalam kebijakan populis. Dia tahu bahwa pendekatan Islamophobia akan memikat pemilih Amerika.

Selama kampanyenya, Trump menyatakan bahwa “Islam membenci kita,” dan memberi ide untuk melarang Muslim masuk ke Amerika secara total. Dan, hanya tujuh hari setelah dia menjabat sebagai presiden, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk melarang warga dari 7 negara bermayoritas Muslim untuk masuk ke AS.

Serangan 11 September (disebut September 11, September 11th atau 9/11) adalah serangkaian empat serangan bunuh diri yang telah diatur terhadap beberapa target di New York City dan Washington, D.C. pada 11 September 2001. (ra/presstv)

 

SHARE THIS: