Pakar PBB Katakan Tindakan Myanmar Kepada Etnis Rohingya Timbulkan Unsur Genosida
Posted by Lestari on 13th March 2018
| 100 views

AktualPress.com – Seorang pakar hak asasi manusia PBB telah memperingatkan bahwa tindakan kekerasan Myanmar terhadap Rohingya adalah sebuah ‘Genosida’. Ia bersikeras agar pemerintah Myanmar bertanggung jawab atas kejahatan yang sedang berlangsung terhadap komunitas Muslim tersebut.

Seorang pelapor khusus PBB untuk HAM di Myanmar, Yanghee Lee, mengatakan bahwa Dewan HAM PBB di Kota Jenewa, Swiss, pada hari Senin (12/3) lalu mengatakan bahwa dia semakin yakin bahwa tindakan kekerasan tersebut adalah sebuah genosida.

Yang harus bertanggung jawab atas tindakan kekerasan tersebut adalah pihak yang memberi perintah atas pelanggaran terhadap seluruh kelompok etnis dan agama tersebut,” ucap Lee.

“Pemerintah yang tidak melakukan apapun atas tindakan ini harus pula dimintai pertanggungjawabannya,” tambahnya.

Akademisi Korea Selatan, yang sedang menyelidiki tindakan kekerasan Myanmar terhadap etnis Rohingya, menyuarakan kekhawatirannya atas laporan pembunuhan dan pembakaran orang secara hidup-hidup di Australia. Setidaknya ada 6.700 Rohingya, termasuk setidaknya 7.30 anak-anak di bawah usia 5 tahun, terbunuh pada bulan pertama aksi kekerasan tersebut.

Di tempat lain, dalam sambutannya, Lee menggemakan seruan dari kepala HAM PBB, Zeid Ra’ad al-Hussein, peka n lalu ini untuk melakukan penyelidikan internasional yang menyiapkan dakwaan pidana atas kekejaman yang dilakukan di Myanmar.

Lee juga minta untuk lakukan tinjauan menyeluruh atas tindakan yang diambil oleh PBB sebelumnya.

“Kekerasan dan penderitaan tidak hanya untuk pertanggung jawaban tetapi juga refleksi diri oleh PBB.”

Sementara itu, Marzuki Darusman, kepala misi pencari fakta yang didukung PBB mengatakan kepada dewan PBB bahwa setidaknya 319 desa telah dibakar sejak Agustus lalu.

“Kami telah melihat foto-foto yang mana desa-desa Rohingya diratakan oleh buldoser, menghapus semua sisa jejak kehidupan dan masyarakat yang dulu.”

Pada hari Senin (12/3), kelompok HAM yang berbasis di Inggris, Amnesty International menuduh Myanmar membangun instalasi keamanan di atas desa Rohingya. Hal ini membuat keraguan atas rencana untuk memulangkan ratusan ribu pengungsi Rohingya.

Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, sama sekali tidak melakukan apapun untuk menghentikan kejahatan yang dilakukan oleh militer terhadap Rohingya.

Pemerintah Suu Kyi telah menghina dan menghalangi pejabat PBB yang telah berusaha untuk menyelidiki situasi tersebut dan telah mencegah badan bantuan untuk mengirimkan makanan, air, dan obat-obatan kepada para pengungsi Rohingya. (AL/Press TV)

SHARE THIS: