Cina Minta AS Untuk Perbaiki Kesalahannya Dengan Taiwan
Posted by Lestari on 18th March 2018
| 72 views

AktualPress.com – Beijing telah meminta Washington untuk memperbaiki kesalahannya yang mana Presiden Donald Trump sudah mendahului kedaulatan Cina karena telah menyetujui kontak tingkat tinggi antara pejabat AS dan Taiwan.

Cina meminta AS untuk membenahi tindakannya setelah Trump menandatangani Undang-Undang Perjalanan Taiwan, yang mengadakan kunjungan antara pejabat AS dan Taiwan di semua tingkat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Lu Kang, mengatakan bahwa klausul RUU yang disetujui keduanya tersebut secara hukum tidak mengikat namun sangat melanggar prinsip “Kesatuan Cina” dan mengirim sinyal yang salah kepada pasukan separatis pro-kemerdekaan di Taiwan.

“Cina sangat menentang hal itu,” ucap Lu tentang RUU tersebut.

“Kami mendesak pihak AS untuk memperbaiki kesalahannya, berhenti mengejar keinginan untuk berhubungan secara resmi dengan Taiwan dan memperbaiki hubungan saat ini dengan Taiwan secara substantif.”

Pejabat Kementerian Luar Negeri Cina juga mengulangi permintaan Beijing untuk Washington. Cina ingin Washington menghentikan pertukaran resmi dengan Taiwan, memutuskan hubungan militer, dan berhenti menjual senjata ke sana.

Trump menandatangani RUU tersebut pada hari Jumat (16/3). Dan RUU tersebut sudah disetujui secara resmi di kedua majelis Kongres AS.

Cina dan Taiwan terbelah di tengah perang saudara pada tahun 1949. Pada tahun 1979, AS mengadopsi kebijakan “Kesatuan Cina” untuk mengakui kedaulatan Cina atas Taiwan. Kebijakan tersebut mengacu pada pengakuan diplomatik bahwa hanya ada satu negara yang disebut Cina, meskipun ada dua pemerintah yaitu satu di Cina dan satu di Taiwan.

Berdasarkan kebijakan tersebut, AS mengakui dan memiliki hubungan formal dengan pemerintah di Beijing dan bukan dengan Taiwan.

Trump sebelumnya telah merongrong kebijakan tersebut dengan menerima telepon ucapan selamat dari presiden Taiwan setelah kemenangannya pada November 2016 lalu. Dia kemudian menegaskan kembali komitmen terhadap kebijakan “Kesatuan Cina”. (AL/Press TV)

SHARE THIS: