Periode Kedua Memimpin, Putin Akan Kurangi Anggaran Militer
Posted by @Editor on 20th March 2018
| 52 views

Aktualpress.com—Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (19/3/18) mengatakan, ia akan mengurangi anggaran militer dalam periode keduanya memimpin Rusia.

“Kami punya rencana mengurangi anggaran pertahanan pada tahun ini dan tahun setelahnya. Namun itu tidak akan menyebabkan penurunan kapasitas pertahanan negara,” kata Putin dalam pertemuan dengan para kandidat presiden di Moskow.

Dia menambahkan bahwa ia tidak akan membiarkan adanya “kompetisi senjata” antar negara.

Pernyataan ini disampaikan Putin di tengah hubungan yang memburuk antara negaranya dan AS sejak Perang Dingin, akibat krisis di Ukraina dan Suriah, dan tuduhan intervensi pemilu AS 2016.

Putin, yang baru saja memenangkan pemilu presiden dan akan memerintah sampai tahun 2024, menambahkan bahwa dia ingin fokus pada “isu-isu kebijakan domestik” dan memperkuat “kapabilitas pertahanan negara”.

“Hal utama yang akan kami lakukan adalah, tentu saja, agenda internal, dan memastikan pertumbuhan ekonomi Federasi Rusia…,” ucapnya.

“Ini termasuk pengembangan di bidang kesehatan, pendidikan, hasil industri, dan seperti yang saya katakan sebelumnya, infrastruktur dan area krusial lain untuk mendorong negara kita ke depan dan mengangkat standar kehidupan untuk masyarakat kami,” paparnya.

 

Media Barat: Putin Menangkan Pemilu dengan Curang

Pasca kemenangan Vladimir Putin dalam pemilu tahun ini, media Barat serentak memberitakan hal-hal negatif, dari sebutan ‘diktator’ kepadanya sampai ‘pemilu yang dicurangi’.

Ketika Putin sibuk mengucapkan terima kasih kepada pendukungnya di atas panggung Red Square, media Barat merilis tulisan-tulisan panjang yang secara bebas mencampurkan laporan faktual dan opini.

“Pemungutan suara tersebut dipenuhi banyak laporan tentang pemilih ganda dan pemilihan suara paksa, tetapi keluhan itu kemungkinan akan sedikit melemahkan Putin,” tulis kantor media Amerika, AP.

“Popularitas pemimpin Rusia itu tetap tinggi meski ia menekan pihak-pihak yang bertentangan pendapat dan … sikapnya yang semakin agresif dalam urusan dunia dan dugaan intervensi pada pemilihan AS tahun 2016,”

Media New York Times menyebut pemilu pada Minggu (18/3/18) itu sebagai “latihan tanpa arti” yang sudah bisa diprediksi.

“Sudah hilang masa-masa Soviet di mana hanya ada satu nama dalam surat suara dan pemenang pemilu selalu mendapat 99 suara. [Pemilu tahun ini] juga mirip, namun, dengan foto Mr. Putin dan slogan kampanyenya, ‘Presiden kuat, Rusia kuat’ memenuhi penjuru negara,” tulis NYT.

Dalam laporan CNN, Putin disebut “berupaya mencari cengkeraman lebih kuat atas kekuasaan,” dan bahwa “dia sudah menjadi pemimpin negara paling lama memerintah sejak diktator Soviet, Joseph Stalin”.

Laporan CNN itu salah kaprah, karena pemimpin yang paling lama memerintah setelah Stalin adalah Leonid Brezhnev. (ra/presstv)

SHARE THIS: