Rahasia Kebaikan dan Keburukan di Dunia Ini
Posted by Lestari on 31st March 2018
| 133 views

AktualPress.com – Ada dua kelompok yang berpandangan bahwa baik dan buruk. Kelompok pertama berpandangan bahwa baik dan buruk tidak tergantung pada kausalitas. Contoh: kehidupan dan kematian. Kemudian kelompok kedua berpandangan bahwa baik dan buruk tergantung pada kausalitas. Contoh: baik adalah hal-hal yang menyebabkan kehidupan terus berlanjut. Sedangkan keburukan adalah hal-hal yang menyebabkan kematian. Di sini ada hubungan aksi dan hasil.

Untuk menggeneralisasikan baik dan buruk, kesempurnaan dan ketidaksempurnaan, keberadaan dan ketiadaan bisa diganti dengan hal-hal yang diinginkan dengan hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari sudut pandang filosofis, basis kebaikan untuk semua eksistensi adalah wujudnya dan basis keburukan untuk semua eksistensi adalah ketiadaannya.

Kebaikan yang esensial adalah sama dengan perfeksi yang eksistensial. Dan keburukan yang esensial adalah sama dengan imperfeksi yang perivatif. Contoh: kesehatan pada dasarnya baik atau baik secara esensial dan ketiadaan mikroba-mikroba penyebab penyakit adalah baik secara aksidental. Kelemahan dan penyakit adalah keburukan secara esensial, sedangkan racun dan bakteri atau virus adalah keburukan secara aksidental.

Segala yang maujud memiliki aspek dan dimensi yang berbeda, memiliki banyak fakultas dan bagian. Seluruh kebaikan yang ada di alam semesta tergantung pada apakah dia memiliki kesempurnaan tertinggi di seluruh alam. Dan keburukan di seluruh alam semesta ini bergantung pada kuantitatif atau kualitatif yang di dominasi ketidaksempurnaan dan kekurangan.

Baik dan buruk adalah ma’qulat tsani falsafi. Sebab akibat dan persoalan filosofis tidak berasal dari benda-benda entified tetapi dari makna abstraksi entified di dunia luar. Tidak ada maujud yang keberadaannya buruk ataupun baik untuk dirinya sendiri. Semua pasti memiliki hubungan dengan yang lain.

Keburukan adalah kekurangan dari yang baik seperti ketulian, kebutaan, penyakit, kebodohan, dan kelemahan yang kontras dengan pendengaran, penglihatan, kesehatan, pengetahuan, dan kemampuan. Keburukan tidak memerlukan sumber atau pencipta. Untuk membawanya kepada sebuah keberadaan atau wujud.

Rahasia Keburukan di Alam Semesta

Mengapa alam semesta ini diwarnai banyak keburukan dan ketidaksempurnaan? Perlu diingat bahwa sumber abstraksi dari keburukan adalah ketiadaan. Dunia materi memiliki perubahan, konflik, dan interferensi. Jika karakter ini tidak ada, maka tidak ada dunia materi. Sebenarnya semua ini adalah rahmat Ilahi untuk kesempurnaan manusia.

Muncul fenomena baru tergantung pada kehancuran fenomena sebelumnya. Kelangsungan hidup manusia adalah dari makanan, sayuran, dan hewan lain yang meninggal. Kesempurnaan jiwa manusia diperoleh hanya dalam bayang-bayang kesulitan dan kemalangan yang mereka tanggung. Bencana membuat manusia berusaha untuk menghilangkan kelalaiannya, menemukan esensi yang sebenarnya dari dunia lain. Mengambil pelajaran dari peristiwa ini adalah sebuah sistem kebijaksanaan.

Misalnya kematian, jika tidak ada kematian, manusia tidak akan bisa mencapai kebahagiaan syurgawi. Kemudian manusia juga tidak akan mengambil peringatan dari kematian orang lain, sehingga bisa berefek pada kenyamanan duniawi. Jika tidak ada yang amti, bumi tidak bisa memberikan tempat tinggal yang cukup bagi manusia. Makanan dan kebutuhan hidup lainnya tidak akan cukup. Sehingga keburukan dibutuhkan juga dalam hal ini.

Keburukan dan ketidaksempurnaan dari alam semesta ini adalah sebuah kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari sistem kausal. Aspek-aspek keburukan berasal dari aspek-aspek ketiadaan. Ini bukanlah objek-objek esensial dari cinta dan iradah Tuhan, melainkan hanya aksiden saja.

Kebaikan alam semesta lebih banyak daripada keburukan yang aksiden. Dan ini bertentangan dengan kebijaksanaan dan kemanfaatan meninggalkan kebaikan berlebih untuk mencegah munculnya kejahatan yang terbatas.

Keburukan aksiden reasional yang terbatas ini memiliki banyak keuntungan. Smeua dapat diindikasikan. Pengetahuan manusia lebih berkembang, semakin banyak menemukan rahasia alam semesta dan kebijaksanaan yang mendasarinya.

Lalu contoh selanjutnya adalah kegagalan atau ujian. Mungkin dari satu sisi ia memberikan dampak kepedihan batin. Namun di sisi yang lain, ia adalah alat yang paling mujarab untuk jiwa, untuk mengubah sikap, menambah fokus dalam belajar, dan menggapai keutamaan ilmu.

Lalu gempa bumi dan gunung meletus, di satu sisi ia adalah penyebab kerusakan dan kematian. Namun di sisi lain, gempa bumi mempercepat proses internal bumi pada formasi sumber daya fosil, seperti minyak bumi dan batu bara. Lalu gunung meletus adalah sumber rejeki luar biasa bagi area yang terkena dampak gunung merapi, sumber tumpahnya kekayaan mineral. (AL)

SHARE THIS: