Metode Pendidikan Ala Ki Hajar Dewantara
Posted by Lestari on 3rd May 2018
| 90 views

AktualPress.com – Sosok Ki Hajar Dewantara sangat erat kaitannya dengan dunia pendidikan di Indonesia. Ki Hajar adalah sosok pendidik dalam sejarah pendidikan di Indonesia. Citra pendidikannya sangat khas dengan konsep kultural negeri ini. Namun sayangnya konsep pendidikan al Ki Hajar kian dilupakan masyarakat, bahkan oleh para stakeholder dunia pendidikan nasional sendiri. Konsep integratif dan humanis yang diusung oleh Ki Hajar kian dilengserkan bersamaan dengan dunia pendidikan yang makin sekuler dan materialis.

Dalam perspektif Ki Hajar, pendidikan adalah sebuah aktivitas “mengasuh” (momong, among dan ngemong). Ia gaungkan nilai aktivitas tersebut ke dalam semboyan terkenalnya di dunia pendidikan, yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.

Pertama, Ing Ngarsa Sung Tuladha bermakna bahwa seorang guru adalah pendidik yang harus memberi teladan. Ia pantas ditiru dan digugu dalam perkataan dan perbuatannya.

Kedua, Ing Madya Mangun Karsa bermakna bahwa seorang guru adalah pendidik yang selalu berada di tengah-tengah para muridnya dan terus-menerus membangun semangat dan ide-ide mereka untuk berkarya.

Ketiga, Tut Wuri Handayani bermakna bahwa seorang guru adalah pendidik yang terus menerus menuntun, menopang, dan menunjuk arah yang benar bagi hidup dan karya anak-anak didiknya.

Metode pendidikan yang KI Hajar kembangkan adalah metode pedagogik yang berarti bahwa seorang pendidik harus mengasuh anak dengan nilai-nilai kognisi sekaligus nilai-nilai pekerti yangkhas dengan kultur budaya Indonesia. Keduanya harus selaras, tidak boleh hanya diajarkan salah satu saja. Dengan metode tersebut, seorang pendidik atau guru tidak boleh mengasuh anak dengan memaksa, memberi hukuman, dan dengan sikap-sikap kasar yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pendidik. Metode tersebut lah yang kini harus dibangkitkan lagi oleh para pendidik di Indonesia, agar tujuan dari pendidikan dapat terwujud secara baik.

Pendidikan tidak hanya ditempuh untuk mendapatkan ijazah, gelar akademik, jabatan tinggi, kelas sosial di masyarakat, peringkat terbaik, juara olimpiade, dan lainnya. namun pendidikan harus ditempuh untuk membenahi diri menjadi manusia yang lebih baik, bebudi pekerti, dan mengetahui ilmu pengetahuan yang makin berkembang di dunia. (AL)

SHARE THIS: