AS: Pemindahan Kedubes adalah Simbol Perdamaian
Posted by @Editor on 15th May 2018
| 61 views

Aktualpress.com—Menantu Presiden Trump, Jared Kushner, memberikan pidato di upacara pembukaan kedubes AS di Yerusalem. Dia mengklaim, langkah tersebut adalah tanda bahwa “perdamaian akan tercapai.”

Kushner, yang diberikan mandat oleh Presiden Donald Trump untuk membawa perdamaian di Timur Tengah, mengatakan bahwa AS telah hampir menyelesaikan rencana perdamaian.

Sementara itu, di saat yang sama Kushner memberikan pidatonya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membunuh setidaknya 55 warga Palestina dan melukai 2.700 lainnya di perbatasan Gaza-Israel pada Senin (14/5/18).

Korban luka-luka termasuk 74 anak-anak dan 23 perempuan.

“Seperti kita lihat dari para demonstran pada bulan lalu, dan bahkan hari ini, mereka yang memprovokasi kekerasan adalah bagian dari masalah dan bukan bagian dari solusi,” tegas Kushner, dengan merujuk kepada aksi demo yang berkelanjutan di Gaza yang telah menewaskan total 97 orang Palestina, dan tak ada satu pun korban dari tentara Israel.

“Saya percaya, adalah mungkin bagi kedua pihak untuk meraih banyak hal– maka semua orang dapat hidup dalam damai– selamat dari kelaparan, bebas dari ketakutan, dan dapat meraih mimpi mereka,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kushner juga memuji mertuanya Presiden Trump karena telah berani memindahkan kedubes dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Kushner bukanlah satu-satunya yang memuji pemindahan kedubes sebagai simbol perdamaian dan menampik realita tentang genosida yang terjadi di luar sana.

Wakil Menlu AS John Sullivan juga mengakui bahwa dia “percaya bahwa kedubes baru AS di Yerusalem akan menjadi langkah luar biasa untuk perdamaian.”

Duta AS untuk Israel, David Friedman, memuji Trump karena memiliki “visi, keberanian, dan kejelasan moral” untuk memindahkan kedubes.

Iran mengecam keras serangan Israel yang menggugurkan 52 orang Palestina tersebut dan memandang hari itu sebagai “hari aib besar” bagi Israel, sementara Juru Bicara Gedung Putih malah menyebut Hamas bertanggungjawab atas tragedi ini.

Mesir juga menyatakan kecamannya terhadap Israel dengan menyatakan bahwa Kairo menolak penggunaan kekerasan terhadap aksi damai warga Palestina di Gaza.

Sedangkan Turki melalui Presiden Recep Tayyip Erdogan mengutuk Israel dengan menyebutnya melakukan aksi “teror” dan “genosida”. Selain itu, Turki juga memanggil dubesnya di Tel Aviv dan Washington.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan hari berkabung atas tragedi ini dan menegaskan kembali  penolakannya terhadap mediasi AS dalam upaya perdamaian Palestina-Israel.  (ra/rt)

 

SHARE THIS: