Kuartal I 2018, Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh 8,7 Persen
Posted by redaksi2 on 15th May 2018
| 22 views
Sumber: indonesiasatu 

AktualPress.com— Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri Indonesia (ULN) pada kuartal I 2018 mencapai US$387,5 Miliar atau sekitar Rp5.425 triliun, atau tumbuh 8,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu US$330,04 miliar.

“ULN Indonesia pada akhir kuartal I 2018 tersebut tumbuh sebesar 8,7 persen, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya yang mencapai 10,4 persen,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam keterangan resmi, Selasa (15/5).

BI melaporkan kenaikan tersebut terjadi pada utang pemerintah yang naik 11,6 persen menjadi US$181,14 miliar atau sekitar Rp2.535 triliun. Sedangkan, utang luar negeri swasta hanya naik 6,3 persen menjadi US$174,05 miliar atau sekitar Rp2.437 triliun.

Agusman menyampaikan, peningkatan tersebut terutama bersumber dari penerbitan global sukuk sebesar USD 3 miliar, yang di dalamnya termasuk dalam bentuk Green Bond atau Green Sukuk Framework senilai USD  1,25 miliar sejalan dengan komitmen pendanaan hijau yang ramah lingkungan.

Dia mengungkapkan, ULN pemerintah didominasi Surat Berharga Negara (SBN) yang dimiliki oleh nonresiden sebesar US$124,8 miliar atau sekitar Rp1.747 triliun dan pinjaman kreditur asing sebesar US$56,3 miliar atau sekitar Rp788,2 triliun.

“Investor asing masih mencatatkan beli bersih SBN pada kuartal I 2018. Perkembangan ini tidak terlepas dari kepercayaan investor asing atas SBN domestik yang masih tinggi ditopang peningkatan peringkat utang Indonesia,” kata dia.

Sementara itu, ULN swasta tumbuh melambat terutama dipengaruhi oleh ULN sektor industri pengolahan dan sektor pengadaan listrik, gas, dan uap/air panas (LGA). Secara tahunan, pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor LGA pada kuartal I 2018 masing-masing tercatat sebesar 4,4 persen dan 19,3 persen, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya. (Sihab/liputan6/CNN)

SHARE THIS: