BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp 10 T
Posted by redaksi2 on 17th May 2018
| 31 views

AktualPress.com— Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih mengalami defisit sekitar Rp 10 triliun. Pada 2017, jumlah iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mencapai Rp 74,25 triliun sedangkan pengeluarannya mencapai Rp 84 triliun.

Akan tetapi, Direktur Keuangan BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso mengatakan, angka tersebut tidak bisa disebut defisit karena tidak semua klaim dibayarkan pada 2017.

“Kita menggunakan anggaran berimbang, tidak semua klaim jatuh di tahun sama. Jadi begini, Rp 84 triliun itu harus kita bayar, tapi jatuh temponya nggak pada tahun sama semua. Jadi ada yang dibawa ke 2018. Itu bisa dilihat di laporan keuangan 2018,” kata Kemal, Rabu, (16/5).

Kemal menuturkan, tingginya selisih angka iuran dan pengeluaran disebabkan karena jumlah orang sakit semakin banyak dan tidak terprediksi waktunya, dan tentang bagaimana perusahaan bisa menjamin para peserta untuk mendapatkan manfaat sama.

“Ketiga, pihak faskes dibayar sesuai jumlah klaim dan waktu. Pak Dirut sudah katakan urusan defisit dan kurang, urusan kami dan pemerintah,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, BPJS Kesehatan menggunakan terminologi miss and match. Jadi, tidak ada defisit karena semua masuk ke dalam konsep anggaran berimbang.

“Jadi kalau berbasis iuran dengan pengeluaran, ini kemudian kita perbaiki dengan pendekatan anggaran berimbang. Jadi kita menghindari istilah defisit,” ujarnya.

Terkait persoalan keuangan, kata dia, BPJS Kesehatan akan menyelesaikannya bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan. (Sihab/republika)

 

SHARE THIS: